KUKAR, LINGKARKALTIM: Setelah tujuh tahun vakum, Lanjong Art Festival kembali digelar di Kutai Kartanegara (Kukar) pada 22–27 Agustus 2025 di Ladaya, Tenggarong. Festival seni berskala internasional ini mengusung tema “Habis Barat Terbitlah Timur” dan siap menjadi ruang ekspresi sekaligus ekosistem seni budaya yang berkelas.
Direktur Lanjong Art Festival, Mimi Nuryanti, menyebut momentum ini sebagai jawaban atas kerinduan masyarakat seni terhadap ruang pertemuan berkualitas.
“Festival Ini akan menghadirkan kompetisi teater nasional, workshop lintas pengetahuan, serta eksibisi seni multidisiplin yang melibatkan seniman dalam dan luar negeri,” tuturnya..
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kembalinya festival tersebut. Ia menilai kehadiran Lanjong Art Festival sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam mengangkat seni dan budaya lokal ke kancah nasional bahkan internasional.
“Kami sangat senang, karena kegiatan sekelas ini mampu menghadirkan seniman dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kutai Kartanegara,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Thauhid menegaskan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan agar festival berjalan sukses. “Insya Allah, sepanjang kami mampu, dukungan akan kami berikan. Baik berupa fasilitasi, komunikasi lintas sektor, maupun dukungan lain yang relevan dengan kebutuhan penyelenggara,” tegasnya.
Menurutnya, Lanjong Art Festival bukan hanya hiburan, melainkan ruang belajar bersama. “Banyak hal yang bisa dipetik, mulai dari nilai edukasi, kolaborasi lintas disiplin, hingga kesempatan bagi generasi muda Kukar untuk berinteraksi langsung dengan maestro seni. Ini sesuatu yang tidak bisa dihadirkan setiap hari,” lanjutnya.
Ia juga melihat festival ini sebagai ruang regenerasi. “Kami berharap anak-anak muda, pelajar, mahasiswa, bisa datang langsung menyaksikan. Karena atmosfer seni itu hanya bisa dirasakan nyata. Dari situ akan tumbuh minat, semangat, dan motivasi baru untuk terus melestarikan sekaligus mengembangkan kebudayaan,” ungkap Thauhid.
Tak hanya itu, ia menyebut Lanjong Art Festival memberi nilai tambah bagi daerah. “Event ini berkontribusi pada citra positif Kukar sebagai pusat seni budaya di Kalimantan Timur. Sekaligus menjadi daya tarik wisata yang membawa dampak ekonomi kreatif bagi masyarakat,” jelasnya.
Pihaknya berharap festival ini dapat berlanjut dan semakin berkembang di masa mendatang. “Semoga Lanjong Art Festival bisa konsisten hadir, bukan hanya sekali-sekali. Karena kegiatan ini telah menjadi bagian penting dari identitas kita bersama,” pungkasnya.
Dengan dukungan pemerintah dan antusiasme seniman, Lanjong Art Festival 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan seni di Kukar, serta mempertegas peran daerah ini dalam peta kesenian nasional maupun internasional. (IDN/ADV)










