Disdikbud Kukar Dorong SKB sebagai Solusi Atasi Anak Putus Sekolah dan Tekan Angka Kemiskinan

Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto
Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mengatasi persoalan anak putus sekolah melalui penguatan peran Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan lembaga pendidikan nonformal lainnya.

Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menyebutkan bahwa SKB memiliki sejumlah program strategis, mulai dari pendidikan kesetaraan, program keaksaraan untuk pemberantasan buta aksara, hingga keterampilan berbasis life skill.

Read More
banner 300x250

“Tujuan kita jelas, yakni pengentasan anak putus sekolah. Mereka yang tidak melanjutkan pendidikan formal kita dorong agar bisa masuk ke lembaga nonformal. Harapannya, Kukar tidak lagi memiliki angka anak putus sekolah yang tinggi,” ujar Pujianto pada Jumat (22/8/2025).

Ia menambahkan, saat ini Disdikbud Kukar telah mendorong berdirinya lembaga pendidikan nonformal di sejumlah kecamatan. Beberapa di antaranya berada di Loa Janan, Anggana, Muara Badak, Muara Kaman, Kembang Janggut, Tenggarong, dan Samboja.

Pujianto menyebutkan, lembaga ini bisa didukung oleh guru-guru dari sekolah formal, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA. Kehadiran SKB diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan sekaligus solusi nyata bagi mereka yang sebelumnya terputus dari jalur pendidikan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tingginya angka anak putus sekolah dan masyarakat yang tidak menuntaskan pendidikan menjadi salah satu penyumbang indikator kemiskinan di Kukar.

“Kita tahu bahwa angka kemiskinan di Kukar masih cukup tinggi, salah satu indikatornya adalah pendidikan. Dengan adanya SKB, PKBM, maupun program pendidikan nonformal lainnya, kita berharap masalah ini bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang terserap dalam program pendidikan nonformal, maka akan semakin besar pula kontribusinya dalam menekan angka kemiskinan di Kukar.

“InsyaAllah jika partisipasi masyarakat semakin meningkat, maka angka kemiskinan di bidang pendidikan juga akan semakin kecil,” tegasnya.

Disdikbud Kukar berkomitmen menjadikan SKB bukan hanya sebagai alternatif, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam mencetak generasi yang tidak tertinggal dari sisi pendidikan maupun keterampilan hidup. (IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *