KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara terus mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi digital. Upaya ini salah satunya diwujudkan melalui program Brigade Pangan yang mengajak petani muda berusia 18–39 tahun untuk mengelola pertanian secara modern.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa petani muda belum semuanya termasuk kategori petani milenial. “Petani milenial itu bukan sekadar muda, tapi juga memiliki pemahaman dan penerapan teknologi digital dalam usaha pertaniannya, mulai dari pemasaran, budidaya, hingga manajemen usaha,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Taufik menegaskan bahwa pihaknya ingin mendorong petani muda agar bertransformasi menjadi petani milenial yang lebih adaptif dengan perkembangan zaman. “Kita berharap petani muda ini menjadi petani milenial. Mereka tidak harus selalu berkotor lumpur, tapi bisa mengelola dan mengatur usaha pertanian dengan pendekatan korporasi,” katanya.
Program Brigade Pangan, menurut Taufik, secara konseptual melibatkan kelompok-kelompok muda yang berminat di pertanian untuk membentuk manajemen pengelolaan yang terstruktur. Program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi sarana, prasarana, maupun teknologi.
Beberapa bantuan yang telah diberikan meliputi alat dan mesin pertanian seperti traktor roda empat, rotavator untuk pengolahan lahan, hingga alat panen modern. Tak hanya itu, petani juga dibekali teknologi pemeliharaan tanaman berbasis digital seperti drone untuk pemupukan dan penyemprotan hama. “Bahkan, untuk panen padi, sudah ada bantuan mesin kombain,” jelasnya.
Distanak Kukar juga memastikan bahwa setiap Brigade Pangan mendapat pendampingan dari penyuluh pertanian. “Pendamping membantu baik dari sisi administrasi maupun teknis di lapangan. Selain penyuluh yang ada di wilayah tersebut, ada juga penyuluh khusus yang ditugaskan mendampingi,” tambahnya.
Ia menyebut, beberapa bulan lalu bantuan sarana pertanian telah disalurkan kepada kelompok Brigade Pangan di 20 lokasi. Bantuan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi generasi muda untuk lebih serius mengembangkan pertanian modern di Kukar.
“Kalau generasi muda bisa mengelola pertanian dengan cara modern, kita tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru yang menjanjikan,” pungkas Taufik.(IDN/ADV)










