Disdikbud Kukar Dorong Pelestarian Budaya Lewat Muatan Lokal dan Festival Erau

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo,
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo,
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mengupayakan pelestarian budaya daerah, salah satunya melalui pembelajaran muatan lokal di sekolah. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengungkapkan bahwa pembelajaran tersebut telah diterapkan di berbagai jenjang pendidikan.

“Muatan lokal itu memang diajarkan di sekolah, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).

Read More
banner 300x250

Menurutnya, bidang pendidikan berperan langsung dalam pelaksanaan pembelajaran, sementara bidang kebudayaan lebih fokus pada pencatatan dan pendokumentasian unsur-unsur budaya.

Puji menegaskan bahwa langkah ini penting agar generasi muda tidak hanya mengenal budaya daerah secara teori, tetapi juga memiliki keterlibatan langsung dalam mempraktikkannya.

“Kalau di bidang saya, kami hanya mencatat kebudayaannya, tapi tetap mendukung pelestariannya,” jelasnya.

Salah satu bentuk konkret pelestarian budaya adalah penerapan program penggunaan baju adat dan bahasa Kutai di sekolah pada hari tertentu. Puji menjelaskan, program ini berlaku secara khusus untuk jenjang SD dan SMP.

“Kalau PAUD sifatnya masih pengenalan saja, sedangkan SD dan SMP sudah masuk pembelajaran,” katanya.

Menurutnya, program tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk guru dan orang tua murid, karena dianggap mampu menanamkan rasa bangga terhadap identitas daerah.

“Dengan memakai baju adat dan menggunakan bahasa Kutai, anak-anak bisa lebih dekat dengan budayanya,” tambahnya.

Selain melalui pendidikan formal, Disdikbud Kukar juga aktif mendukung pelaksanaan kegiatan budaya berskala besar seperti Festival Erau. Puji menyebut, persiapan untuk pelaksanaan festival tersebut saat ini masih berlangsung.“Persiapannya terus berjalan. Kami koordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaannya lancar,” ujarnya.

Festival Erau merupakan tradisi tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kutai. Perayaan ini memuat berbagai kegiatan adat, seni, dan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.“Erau bukan hanya pesta rakyat, tetapi juga media edukasi budaya bagi generasi muda,” tegas Puji.

Ia berharap, rangkaian kegiatan budaya, baik melalui pembelajaran di sekolah maupun perayaan adat seperti Erau, dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal.“Kalau anak-anak sudah cinta, mereka akan menjaga dan melestarikan budaya itu sampai dewasa,” kata Puji.

Disdikbud Kukar, lanjutnya, akan terus berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan modern dan pelestarian budaya,“Kita ingin anak-anak pintar secara akademik, tapi juga berakar kuat pada budaya daerahnya,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara program pendidikan, kegiatan budaya di sekolah, dan pelaksanaan festival tradisional, diharapkan warisan budaya Kutai akan terus hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi.(IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *