KUKAR, LINGKARKALTIM: Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berpeluang besar mengharumkan nama daerah melalui program pelestarian bahasa daerah. Program Tuntas Bahasa Ibu, yang sebelumnya meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, kini disiapkan untuk bersaing di tingkat provinsi, bahkan nasional.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Puji Utomo, menyatakan optimisme tersebut saat membahas kelanjutan program ini.
“Insya Allah Kabupaten Kutai Kartanegara akan mengikuti hingga ke tingkat provinsi, dan jika memungkinkan, ke tingkat nasional,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Puji menjelaskan, keberhasilan program ini tidak terlepas dari komitmen seluruh pihak dalam menjaga eksistensi Bahasa Kutai di tengah arus globalisasi. Melalui program ini, bahasa daerah diajarkan secara terstruktur dengan melibatkan pembina di setiap sekolah.
“Bahasa Kutai sendiri cukup beragam di Kukar. Setiap sekolah sudah memiliki pembina untuk bahasa ini, dan kami akan terus mendorong penguatan bahasa ibu,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah bukan hanya soal mempertahankan warisan budaya, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang berakar pada identitas lokal.
Tuntas Bahasa Ibu sebelumnya telah dilombakan secara resmi tahun lalu dan berhasil mendapatkan pengakuan nasional berupa penghargaan dari pemerintah pusat. Prestasi ini menjadi pijakan penting untuk melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi.
Menurut Puji, keberagaman dialek Bahasa Kutai di wilayah Kukar menjadi keunikan sekaligus kekuatan. Hal inilah yang membuat program ini memiliki daya tarik tersendiri ketika bersaing di ajang yang lebih luas.
“Kami tentu berharap generasi muda tidak hanya mengenal bahasa ibu, tetapi juga menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(IDN/ADV)










