KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menempatkan penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai program unggulan tahun 2025. Program ini menyerap porsi terbesar dari anggaran yang dialokasikan untuk sektor pertanian.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, mengatakan anggaran belanja pegawai dan program di dinasnya tahun ini mencapai sekitar Rp190 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar 67 persen difokuskan untuk pengembangan sarana dan prasarana pertanian serta peternakan.
“Porsi terbesar ada pada program pengembangan sarana pertanian, dan di dalamnya pengadaan alsintan mengambil peran yang paling dominan,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Alsintan yang disalurkan meliputi berbagai jenis peralatan, mulai dari traktor roda dua dan roda empat, pompa air, mesin perontok padi, hingga rice transplanter untuk mempermudah proses tanam. Peralatan ini didistribusikan ke kelompok tani di berbagai kecamatan.
Menurut Taufik, penggunaan alsintan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani. Dengan teknologi modern, proses pengolahan lahan, penanaman, dan panen dapat dilakukan lebih cepat dan dengan tenaga kerja yang lebih sedikit.
“Alsintan membantu petani menghemat waktu dan biaya produksi. Selain itu, hasil panen juga bisa lebih optimal karena prosesnya lebih terukur,” jelasnya.
Ia menambahkan, distribusi alsintan dilakukan secara merata sesuai dengan usulan dan kebutuhan kelompok tani di lapangan. Prosesnya diawali dengan verifikasi untuk memastikan peralatan yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi penerima.
Selain pengadaan alsintan, program besar kedua dalam anggaran Distanak adalah pengembangan prasarana pertanian, seperti perbaikan pintu air, saluran, dan dam parit. Infrastruktur ini sangat penting untuk memastikan pasokan air ke lahan sawah, terutama di musim tanam.
Taufik menegaskan, penguatan sarana dan prasarana pertanian merupakan strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Dengan dukungan teknologi modern, petani diharapkan mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan iklim maupun dinamika pasar.
“Harapan kami, dengan kombinasi antara teknologi alsintan dan infrastruktur pertanian yang memadai, sektor pertanian di Kukar akan semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya.(IDN/ADV)










