Distanak Kukar Akui Target Swasembada Daging Belum Tercapai

Staf Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Nelva Aflinda
Staf Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Nelva Aflinda
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara mengakui target swasembada daging di wilayahnya belum sepenuhnya tercapai. Meski upaya peningkatan populasi ternak terus dilakukan, kebutuhan daging lokal masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Kepala Distanak Kukar Muhammad Taufik melalui Staf Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Nelva Aflinda, menjelaskan bahwa program swasembada daging sebenarnya sudah menjadi target sejak lama, mengikuti kebijakan pemerintah pusat.

Read More
banner 300x250

“Kami melakukan pengadaan ternak setiap tahun, termasuk inseminasi buatan atau kawin suntik untuk menghasilkan bibit unggul,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).

Menurut Nelva, bibit yang disalurkan ke masyarakat difilter ketat. Untuk program kawin suntik, petani bisa memilih jenis sapi seperti limousin, simmental, atau angus.

“Kalau untuk betina produktif, sesuai anjuran pusat, tidak boleh dipotong. Dulu bahkan ada program penggantian betina produktif dengan jantan dan kerja sama dengan aparat untuk pengawasan di rumah potong hewan,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui pemenuhan kebutuhan daging di Kukar masih banyak ditopang pasokan luar daerah, seperti dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Untuk populasi lokal masih jauh dari target yang kami tetapkan,” ungkapnya.

Kondisi geografis juga menjadi faktor penyebab. Beberapa wilayah seperti Samboja memiliki populasi sapi tinggi, namun banyak ternaknya berpindah ke daerah sekitar seperti Bepapak, Marangkayu, hingga Bontang.

“Lahan pemeliharaan di beberapa wilayah terbatas, sehingga sapi cenderung keluar daerah,” jelas Nelva.

Meski begitu, ia mencatat ada tren peningkatan populasi ternak dari tahun ke tahun terdapat perubahan positif dari sektor peternakan.

“Secara kuantitas meningkat, tapi untuk mencapai swasembada masih butuh waktu dan keseriusan dari semua pihak,” ujarnya.

Nelva berharap kelompok tani penerima bantuan ternak dapat memelihara dan mengembangkan hewan yang diberikan, bukan sekadar menerima bantuan tanpa keberlanjutan.

“Harapan kami, populasi sapi di Kukar bisa bertambah signifikan dan ketergantungan pada pasokan luar berkurang,” pungkasnya.(IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *