KUKAR, LINGKARKALTIM : Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan menggelar bursa barang antik dan barang bekas, di Halaman Parkir Pendopo Odah Etam, Minggu (4/5/2025)
Agenda ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung geliat ekonomi kreatif, sekaligus melestarikan warisan budaya, melalui koleksi barang-barang bersejarah. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, kegiatan ini bagian dari memikat daya tarik masyarakat yang tengah melakukan aktivitas olahraga Car Free Day (CFD). Dan memberikan ruang bagi pelaku UMKM maupun IKM, untuk terlibat pada event bursa barang antik dan barang bekas.
“Ya besok itu kami ingin melihat sejauh mana euforia masyarakatnya dulu, Kami berharap ini bisa dilaksanakan setiap minggu, Ini juga salah satu alternatif kami untuk menarik minat wisatawan dari luar daerah dan meningkatkan kualitas IKM dan UMKM kita,” Tambah Sayid Fathullah pada Lingkarkaltim, Sabtu (3/5/2025).
Adapun jenis barang antik yang akan dipamerkan ialah, berbagai kerajinan berbahan keramik, pusaka maupun benda bersejarah dan layak pakai lainnya.
Sementara antusias masyarakat yang terlibat, untuk memeriahkan event itu lumayan banyak. Artinya event ini disambut baik oleh masyarakat Kukar, khususnya di Kecamatan Tenggarong dan sekitarnya.
“Kami berharap, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan mendukung pelaku usaha lokal,” ucapnya.
Menurutnya, ajang ini akan menarik perhatian masyarakat terlebih wisatawan yang berkunjung ke Tenggarong. Sebab pelaksanaan event ini berada di lokasi yang strategis yakni, masuk di kawasan Cagar Budaya.
“Kita optimis, event ini dapat menarik perhatian masyarakat. Jika event ini dapat memberikan manfaat, maka akan kita gelar setiap pekannya,” ujarnya.
Pihaknya juga mengapresiasi kepada masyarakat, atas keterlibatannya dalam menyukseskan kegiatan bursa barang antik dan barang bekas itu. Meskipun barang bekas, namun memiliki estetika dan nilai ekonomis. Sehingga dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat lokal. (adv/*den)










