KUKAR,LINGKARKALTIM: Efisiensi anggaran tak menyurutkan semangat Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Meski harus menjalani Pemusatan Latihan Cabang (Training Center/TC) secara mandiri, para atlet gulat Kukar terus mematangkan persiapan demi meraih hasil maksimal.
Sekretaris PGSI Kukar, M. Juliharto, mengungkapkan dari 36 kelas yang dipertandingkan oleh pengurus provinsi, Kukar berhasil meloloskan 34 kelas pada babak kualifikasi (BK) lalu. Total atlet yang dipastikan mengantongi tiket Porprov mencapai 34 orang.
“Kami berharap di tengah efisiensi ini, program latihan tetap berjalan kendati secara mandiri. Harapan utamanya, tidak ada pengurangan kelas dari hasil BK kemarin. Semua yang lolos kita harapkan bisa tampil,” ujar Juliharto, Jumat (14/8/2026).
Saat ini PGSI Kukar membina sekitar 50 hingga 60 atlet dari berbagai jenjang, mulai dari kelompok umur kadet, junior, hingga senior.
Mayoritas atlet yang didominasi usia 15 tahun ke atas hingga di atas 20 tahun tersebut terus digembleng secara berkelanjutan.
Dirinya tak menampik minimnya alokasi anggaran menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk mengikutsertakan atlet pada kejuaraan di luar daerah. Namun, dari segi teknis dan mentalitas, para pelatih yang juga mantan atlet optimistis gulat Kukar mampu bersaing ketat.
“Kendalanya memang di anggaran, terutama kalau mau ikutan event di luar daerah. Namun untuk latihan, kita bagi tugas. Pengcab memfasilitasi tempat dan program latihan, sisanya kita serahkan ke pihak pemerintah dan pengurus provinsi,” tambahnya.
Dampak dari efisiensi anggaran ini juga dirasakan langsung oleh para atlet di lapangan. Dian Putri Rahmaniah, salah satu atlet gulat Kukar, mengakui bahwa sistem TC mandiri membuat pemenuhan kurang maksimal.
“Kalau TC terpusat kan kebutuhan makan dan nutrisi terjaga, selesai latihan tinggal istirahat. Kalau TC mandiri di rumah masing-masing, otomatis kurang optimal karena harus menyiapkan sendiri,” tutur Dian.
Mendekati hari pertandingan, Dian dan kawan-kawan memilih untuk tetap fokus dan meningkatkan intensitas latihan demi menjaga performa fisik.
“Karena jadwal pertandingan sudah makin dekat, porsi latihan kita tingkatkan. Yang tadinya latihan rutin biasa, sekarang intensitasnya dinaikkan jadi lima kali dalam seminggu,” pungkasnya.










