KUKAR, LINGKARKALTIM: Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berpeluang dikembangkan menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga memancing di Kalimantan Timur. Potensi perairan yang luas dinilai dapat menjadi modal untuk menggelar turnamen berskala nasional hingga internasional.
Ketua DP Asosiasi Pemancingan Republik Indonesia (APRI) Kalimantan Timur, Hamdan Hasan, mengatakan, APRI berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) dan terhubung dengan organisasi internasional. Karena itu, tata kelola maupun aturan pertandingan yang diterapkan mengacu pada standar yang berlaku secara global.
Menurutnya, Kukar memiliki potensi untuk menjadi lokasi penyelenggaraan kompetisi dengan skala lebih besar. Namun, peluang tersebut harus ditopang pengelolaan organisasi dan penyelenggaraan pertandingan yang profesional.
“Kalau dikelola secara profesional, Kukar sangat terbuka untuk menjadi tuan rumah turnamen tingkat nasional bahkan internasional,” kata Hamdan Sabtu (26/9/2026).
Tak hanya mengejar agenda kompetisi, APRI juga mendorong keterlibatan komunitas pemancing dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan. Hamdan menyebut komunitas dapat menjadi mitra pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan yang merusak.
Ia mencontohkan pembentukan satuan tugas berbasis komunitas di sejumlah daerah yang turut membantu mengawasi praktik penangkapan ikan ilegal, termasuk penggunaan racun dan setrum.
“Komunitas bisa menjadi mitra pemerintah dalam pengawasan. Minimal melaporkan jika ada pelanggaran di lapangan,” tegasnya.
Ketua DPK APRI Kukar, H. Rizalli, menambahkan, keberadaan APRI di Kukar tidak semata-mata menjadi wadah perlombaan memancing. Organisasi tersebut juga diarahkan pada pembinaan komunitas, edukasi, serta konservasi lingkungan perairan.
“APRI adalah wadah bersama, bukan sekadar hobi. Kita ingin memancing tetap lestari, spot-spot unggulan tetap terjaga, dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Rizalli berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan, terutama dalam mengembangkan kawasan memancing sebagai bagian dari destinasi sport tourism. Menurutnya, karakter geografis Kukar dengan wilayah perairan yang luas menjadi peluang untuk mengembangkan sektor tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, mengingatkan jajaran APRI dan komunitas pemancing agar turut mengambil peran dalam menjaga ekosistem perairan.
Ia meminta anggota APRI tidak hanya aktif dalam kegiatan olahraga, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menghindari penggunaan alat tangkap yang dapat merusak lingkungan.
“Jangan hanya bangga sebagai pengurus atau komunitas, tetapi jalankan tugas menjaga lingkungan. Perpancingan ini harus memberi manfaat luas, bukan merusak,” pesannya. (Ahk)










