KUKAR, LINGKARKALTIM: Pengendara motor yang sempat viral akibat nekat beraksi berbahaya di kawasan Jalan Raya Timbau hingga menaiki pembatas Jembatan Tenggarong menggunakan motornya akhirnya berurusan dengan kepolisian. Tiga remaja yang terlibat dalam aksi berisiko tinggi tersebut resmi diamankan Satlantas Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (10/8/2026).
Aksi nekat yang berlangsung pada Jumat (7/8/2026) lalu itu sempat menggegerkan media sosial dan menuai kecaman dari netizen karena dinilai membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Tak hanya mengamankan para pelaku, pihak kepolisian juga memanggil orang tua masing-masing remaja tersebut ke Pos Satlantas Polres Kukar untuk diberikan pembinaan serta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.
Kasat Lantas Polres Kukar AKP Ahmad Fandoli, mengimbau keras kepada para remaja dan masyarakat agar tidak mengorbankan keselamatan hanya demi mengejar popularitas di media sosial.
“Jangan sampai karena ingin viral, justru mengorbankan keselamatan. Jadilah keren karena prestasi, bukan karena konten berbahaya,” tegas AKP Ahmad Fandoli, Senin (10/8/2026).
Ia juga menambahkan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban lalu lintas demi keselamatan bersama.
“Mari bersama-sama saling menghargai pengguna jalan supaya tercipta kamseltibcar lantas yang aman dan kondusif. Ingat, viral itu hanya sesaat, tetapi kecelakaan bisa mengubah masa depan selamanya,” tambahnya.
Tindakan tegas namun mendidik dari pihak kepolisian ini mendapat apresiasi positif dari para orang tua pelaku.
Salah satu perwakilan orang tua mengaku lega dan berterima kasih atas pembinaan yang diberikan kepada anak-anak mereka.
“Saya sangat berterima kasih banyak atas tindakan Satlantas Polres Kukar untuk anak-anak kami. Semoga kedepannya anak-anak kami bisa lebih terarah, dan terima kasih sudah memberikan arahan serta edukasi kepada mereka,” ungkap salah satu orang tua pelaku. (Dil)










