KUKAR, LINGKARKALTIM: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar). Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan warga di sekitar lokasi.
Kebakaran terjadi di lahan yang didominasi kawasan gambut. Warga menyebut karhutla di wilayah tersebut bukan kejadian baru dan hampir selalu terjadi ketika memasuki musim kemarau.
“Kalau di tempat kami memang lahannya gambut. Jadi, kalau sudah panas memang mudah terbakar,” ujar Lurah Pendingin Rahmat Hidayat Sabtu (19/9/2026).
Ia mengatakan, kebakaran biasanya terjadi selama musim kemarau, terutama ketika kondisi kering berlangsung selama dua hingga tiga bulan.
“Kalau musim kemarau dua sampai tiga bulan itu pasti kebakaran tempat kami. Jadi memang sudah langganan setiap tahun,” katanya.
Selain menghanguskan lahan, asap dari kebakaran juga mulai mengganggu warga. Bahkan, sebagian besar warga disebut mengalami keluhan batuk dan pilek akibat paparan asap.
“Kurang lebih 50 persen warga kami rata-rata batuk,” ungkapnya.
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman. Api bahkan sempat mendekati kawasan tempat tinggal warga, namun berhasil diantisipasi agar tidak meluas.
“Sempat ke permukiman. Di bagian tertentu sudah kita blok. Ada yang hampir 10 meter dari permukiman,” jelasnya.
Warga juga mengaku telah mendapatkan imbauan dari pemerintah kelurahan terkait pencegahan karhutla. Sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat disebut telah dilakukan secara berulang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, membenarkan adanya kebakaran lahan di Jalan Poros Sangasanga–Pendingin.
Ia menyebut laporan kebakaran diterima sekitar pukul 11.57 WITA. Personel pemadam kemudian dikerahkan untuk melakukan penanganan di lokasi.
“Saat ini terjadi kebakaran hutan dan lahan di Jalan Poros Sangasanga–Pendingin. Rekan-rekan sedang melakukan pemadaman,” kata Fida.
Menurutnya, kondisi angin turut menjadi kendala karena membawa asap dan percikan api ke arah permukiman warga. Situasi tersebut dinilai berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar.
“Pemadaman dilakukan personel Pos Damkar Matan Kecamatan Sangasanga bersama unsur lainnya,” ujarnya.
Fida menyebut luas lahan yang terbakar dalam kejadian tersebut mencapai sekitar 4 hektare.
Sementara berdasarkan keterangan warga, kebakaran karhutla di wilayah Pendingin dalam beberapa kejadian sebelumnya bahkan disebut telah mencapai lebih dari 400 hektare yang tersebar di sejumlah titik.
Hingga berita ini ditulis, proses pemadaman dan penanganan masih berlangsung untuk memastikan api tidak kembali meluas ke area permukiman.
Masyarakat di sekitar lokasi juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap dampak asap yang dapat mengganggu kesehatan dan jarak pandang. (Ahk)










