KUKAR, LINGKARKALTIM: Di tengah kondisi keuangan daerah yang mengalami defisit, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) tetap memprioritaskan pemenuhan layanan dasar pendidikan.
Salah satu langkah yang diambil yakni mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp5 miliar untuk membangun kembali SDN 002 Loa Janan yang terbakar pada 15 Juli 2026 lalu.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah mengatakan keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus melakukan penyesuaian terhadap berbagai program pembangunan.
Meski demikian, sekolah-sekolah yang mengalami kondisi darurat dan berdampak langsung terhadap pelayanan pendidikan tetap menjadi prioritas.
Ia mengatakan, SDN 002 Loa Janan menjadi salah satu prioritas utama karena musibah kebakaran mengakibatkan aktivitas belajar mengajar terganggu sehingga memerlukan penanganan secepatnya melalui skema BTT.
“Itu yang kita prioritaskan adalah sekolah-sekolah yang benar-benar mengganggu standar pelayanan minimal,” ujar dia beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri menjelaskan bahwa penggunaan dana BTT dimungkinkan karena musibah kebakaran yang menghanguskan sekitar lima hingga enam ruang kelas tersebut masuk dalam kategori keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera.
Ia menilai pembangunan sekolah tidak dapat ditunda mengingat saat ini para siswa harus menjalani proses belajar dengan menumpang di sekolah lain menggunakan sistem pembelajaran bergantian pagi dan sore.
“Nah, kondisi di Loa Janan ini termasuk kondisi mendesak sehingga kita diperkenankan menggunakan pembiayaan tersebut. Kalau tidak segera kita bangun, kasihan anak-anak sekolah kita. Mereka harus menumpang di sekolah lain dan sekolahnya harus pagi-sore,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil perhitungan pemerintah daerah, kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan mencapai hampir Rp5 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun kembali ruang kelas yang terbakar sekaligus melengkapi sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
“Setelah kita hitung, pembiayaannya sekitar Rp4 miliar sekian, hampir Rp5 miliar untuk membangun dan melengkapi perlengkapan yang ada di dalamnya. Harapan kita awal tahun depan anak-anak sudah bisa bersekolah lagi,” jelas Aulia.
Saat ini, pemerintah daerah masih menyelesaikan proses administrasi serta penyusunan perencanaan teknis sebelum pekerjaan fisik dimulai.
“Tahapan-tahapan harus kita penuhi juga, karena kalau tahapan-tahapan itu tidak terpenuhi, nanti akan menjadi masalah di kemudian hari,” kata dia.
Pemkab Kukar menargetkan pembangunan SDN 002 Loa Janan dapat rampung sebelum akhir tahun 2026.
Dengan begitu, para siswa sudah dapat kembali belajar di sekolah mereka sendiri pada awal tahun ajaran berikutnya.
“Kita targetkan akhir tahun ini sudah harus selesai. Karena yang namanya layanan kepada masyarakat tidak ada gigi mundurnya,” pungkasnya. (ASR)










