JAKARTA, LINGKARKALTIM: Kementerian Perindustrian menilai industri otomotif Indonesia kini semakin menunjukkan kemandiriannya. Indikasinya terlihat dari meningkatnya ekspor kendaraan dan komponen, di saat yang sama impor mobil utuh atau completely built up (CBU) justru turun drastis hingga 49%.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (30/7/2026).
Menurut Agus, industri otomotif nasional saat ini tidak hanya memiliki ruang pertumbuhan yang besar, tetapi juga mengalami perubahan struktur yang semakin positif. Ia menilai arah perkembangan industri kini semakin mengarah pada penguatan kemampuan manufaktur dalam negeri.
“Saking besarnya ruang tumbuh, ada satu hal yang bagi saya menarik dan menentukan, yaitu ke arah mana komposisi sektor otomotif kita bergerak,” bilang Agus dalam pemaparannya.
Untuk menggambarkan perubahan tersebut, Agus memaparkan empat indikator utama yang mencerminkan semakin kuatnya posisi Indonesia dalam rantai pasok industri otomotif global.
“Perkenankan saya menggunakan empat variabel, yang pertama ekspor (kendaraan) dalam keadaan utuh atau CBU tumbuh 7,7%, yang kedua ekspor dalam bentuk CKD tumbuh 38%, yang keempat ekspor komponen tumbuh 46%,” katanya.
Peningkatan ekspor kendaraan utuh menunjukkan produk buatan Indonesia semakin diterima di pasar internasional. Sementara lonjakan ekspor kendaraan dalam bentuk completely knocked down (CKD) dan komponen mencerminkan kemampuan industri nasional yang semakin kuat dalam memasok kebutuhan produksi otomotif di berbagai negara.
Di sisi lain, Agus juga menyoroti penurunan impor kendaraan utuh yang mencapai hampir separuh dibandingkan periode sebelumnya.
“Dan pada saat yang sama impor kendaraan kita turun cukup besar (49%). Itu angka-angka yang promising (menjanjikan) untuk saya,” ujarnya.
Menurut Agus, kombinasi empat indikator tersebut membentuk pola yang sangat positif bagi masa depan industri otomotif nasional. Indonesia dinilai tak lagi hanya berperan sebagai pasar kendaraan, tetapi mulai menjadi basis produksi dan pengembangan industri otomotif yang memiliki daya saing global.
“Empat variabel tersebut membentuk satu pola tunggal, dan pola tersebut sebetulnya yang menjadi pesannya, yaitu semakin dalam posisi kita di dalam rantai nilai, semakin cepat kita akan tumbuh, Indonesia tak lagi sekedar mengekspor kendaraan, kita telah mulai mengekspor kemampuan untuk membuat kendaraan,” tegasnya.
(Sumber : oto.detik.com)










