Disdikbud Kukar akan Libatkan Para Siswa SD-SMP di Erau 2026

Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan melibatkan siswa jenjang SD dan SMP dalam pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 untuk memperkenalkan sejarah, adat istiadat, dan budaya kepada generasi muda sejak dini.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan keterlibatan siswa SD dan SMP menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan Erau tahun ini.

Read More
banner 300x250

Menurutnya, kehadiran para pelajar bukan sekadar sebagai penonton, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran muatan lokal mengenai sejarah dan budaya Kutai.

Disdikbud Kukar enghadirkan sejumlah sekolah agar para siswa dapat menyaksikan langsung berbagai prosesi adat dan memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh Kesultanan Kutai.

“Jadi nanti ada beberapa sekolah yang kita datangkan dan mereka harus hadir. Itu menjadi bagian dari pelajaran muatan lokal,” terang dia, Kamis (30/7/2026).

Ia menerangkan, peserta yang dilibatkan secara dominan berasal dari jenjang SD dan SMP karena berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten.

Sementara peserta dari jenjang PAUD juga akan diikutsertakan pada beberapa agenda tertentu yang dinilai sesuai dengan usia mereka.

Pihaknya saat ini terus mematangkan persiapan Erau Adat Kutai 2026.

Hingga saat ini, panitia telah dua kali menggelar rapat koordinasi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.

“Nanti ada kepanitiaan secara seremonial yang dimotori oleh Dinas Pendidikan, lalu yang secara sakral itu ada di pihak Kesultanan. Nanti mungkin di awal Agustus kita akan launching,” ucap Heriansyah.

Dia menjelaskan, pelaksanaan Erau tahun ini dipusatkan di tiga lokasi utama, yakni Stadion Rondong Demang beserta area parkirnya, kawasan Keraton Kutai dan Museum Mulawarman, serta Kedaton Kesultanan Kutai.

Meskipun pemerintah daerah menghadapi kondisi efisiensi anggaran, pelaksanaan Erau tetap menjadi prioritas karena merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga.

“Insyaallah itu tetap kita laksanakan karena itu adalah sebuah tradisi turun-temurun yang sudah diwariskan oleh nenek moyang kita dan harus terus kita jaga. Itu untuk menjaga identitas kita sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Kalau itu tidak kita laksanakan, nanti identitas itu bisa hilang,” katanya.

Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, lanjut Heriansyah, pemerintah daerah menerapkan pola kolaborasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.

Selain prosesi adat, Erau juga akan diisi dengan berbagai agenda pendukung, seperti olahraga tradisional dan pagelaran seni budaya yang melibatkan masyarakat maupun kalangan pelajar.

“Makanya kita bekerja dengan kolaborasi. Jadi tidak hanya satu pembiayaan di Kesultanan saja, tetapi seluruh stakeholder juga kita libatkan. Termasuk di dalamnya nanti ada olahraga tradisional, kemudian pagelaran seni-seni,” jelas dia.

Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa Erau 2026 memiliki nilai strategis karena telah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN).

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah berencana melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan dan Menteri Pariwisata untuk memperoleh dukungan pemerintah pusat terhadap pelaksanaan Erau.

“Yang berbeda tahun ini adalah Erau sudah masuk dalam Karisma Event Nusantara sehingga skalanya sudah nasional,” pungkas Heriansyah. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *