DPMD Kukar dan Tujuh Pendekar Terbaik akan Konsepkan Mekanisme Program RT-KU Terbaik agar Implementatif

Kepala DPMD Kukar Arianto. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Kepala DPMD Kukar Arianto. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM:  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kukar tidak hanya menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung Program Dedikasi RT-KU Terbaik, tetapi juga memastikan program tersebut memiliki mekanisme pelaksanaan yang jelas dan dapat diterapkan hingga tingkat rukun tetangga (RT).

Oleh karena itu, tujuh tenaga ahli Pendamping Dedikasi Kukar Idaman Terbaik (Pendekar) yang segera ditetapkan melalui surat keputusan (SK) akan memegang peran strategis dalam menyusun konsep dan mekanisme pelaksanaan program sebelum dijalankan secara penuh di lapangan.

Read More
banner 300x250

Kepala DPMD Kukar, Arianto mengatakan bahwa keberadaan tujuh tenaga ahli tingkat kabupaten tersebut bukan sekadar sebagai pendamping administratif, melainkan menjadi tim perumus yang akan memastikan Program RT-KU Terbaik dapat berjalan sesuai regulasi dan kebutuhan daerah.

“Jadi nanti tujuh orang ini adalah tenaga ahli tingkat kabupaten. Mereka inilah yang nanti membuat konsep dan mekanisme sesuai pedoman agar program ini bisa implementatif,” ucap dia, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam menjalankan program yang menjangkau seluruh RT di Kukar adalah menyusun tata kelola yang mudah dipahami dan dapat diterapkan secara seragam oleh seluruh pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan.

Maka dari itu, tenaga ahli akan dilibatkan dalam penyusunan petunjuk teknis serta mekanisme kerja yang menjadi pedoman pelaksanaan program.

“Nanti bersama-sama menyusun mekanisme yang akan digunakan oleh kecamatan, desa, kelurahan, dan RT dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, serta pertanggungjawaban program,” ujar Arianto.

DPMD Kukar sebenarnya telah menyiapkan rancangan petunjuk teknis program. Namun, dokumen tersebut belum akan ditetapkan sebelum tenaga ahli resmi bekerja.

Dia menjelaskan, pemerintah ingin memastikan petunjuk teknis yang diterbitkan benar-benar mempertimbangkan masukan dari para tenaga ahli yang nantinya bertugas mengawal implementasi program.

“Kita selesaikan dulu tenaga ahlinya. Setelah mereka ditetapkan dan sudah legal menjadi tim, barulah kita memfinalkan petunjuk teknis yang sudah kita susun bersama mereka supaya bisa dilaksanakan,” tuturnya.

Arianto menilai, hal tersebut sangat penting agar aturan yang dibuat tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga realistis ketika diterapkan di lapangan.

Dengan cakupan wilayah Kukar yang luas serta karakteristik daerah yang berbeda antara kawasan hulu, tengah, dan pesisir, penyusunan mekanisme yang adaptif menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program.

Selain berperan sebagai penyusun konsep, tujuh tenaga ahli juga akan menjadi koordinator utama pelaksanaan Program RT-KU Terbaik di tingkat kabupaten.

“Mereka inilah yang akan mengawal dan mengoordinasikan seluruh pelaksanaan program RT-KU Terbaik dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan kelurahan,” kata dia.

Ia menyebut, sistem pendampingan nantinya tidak berhenti di tingkat kabupaten.

“Nanti juga akan ada pendamping di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan,” sebut Arianto.

Meski tujuh tenaga ahli telah dipersiapkan, DPMD Kukar masih mematangkan pola kerja yang akan digunakan untuk mengawal pelaksanaan program di 20 kecamatan.

Dia menjelaskan, pembagian tugas akan dibahas lebih lanjut setelah seluruh tenaga ahli menerima SK dan resmi mulai bekerja.

“Nanti itu yang akan kita diskusikan. Setelah mereka mendapat SK, kita akan rapat koordinasi untuk membagi tugas,” katanya.

Arianto menerangkan, ada beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan. Salah satunya adalah pembagian wilayah berdasarkan zona, seperti yang pernah diterapkan pada program sebelumnya dengan membagi kawasan hulu dan pesisir.

Namun, ia menilai pembagian berdasarkan bidang tugas kemungkinan akan lebih efektif dibanding pembagian wilayah.

“Yang pasti mereka harus bisa mengoordinasikan 20 kecamatan. Apakah nanti dibagi per zona, dibagi berdasarkan sistem kerja, atau dibagi per bidang,” terang dia.

Jika menggunakan pendekatan bidang, masing-masing tenaga ahli akan fokus pada sektor tertentu, seperti pengelolaan data, pelaporan, sosialisasi, publikasi, hingga evaluasi pelaksanaan program.

“Misalnya ada yang membidangi laporan, ada yang membidangi publikasi dan sosialisasi, ada yang membidangi evaluasi pelaksanaan. Bidang-bidang itu nantinya bertanggung jawab terhadap seluruh kecamatan,” ungkap Arianto.

Menurutnya, pola kerja berbasis bidang akan membuat tenaga ahli lebih fokus mengembangkan kompetensi dan pengawasan pada sektor tertentu, tetapi tetap memiliki tanggung jawab terhadap seluruh wilayah Kukar.

“Itu yang akan kita diskusikan dengan mereka. Dulu kita pernah membagi zona, seperti wilayah hulu dan pesisir. Tapi saya pikir lebih bagus kalau dibagi per bidang Ada yang membidangi data, ada yang membidangi sosialisasi dan publikasi, ada yang membidangi evaluasi pelaksanaan. Jadi mereka lebih fokus pada bidang masing-masing, tetapi tetap merangkum seluruh 20 kecamatan,” bebernya.

Keberadaan tujuh tenaga ahli tersebut, lanjut Arianto, disesuaikan dengan kebutuhan bidang yang harus ditangani dalam pelaksanaan Program RT-KU Terbaik.

“Itulah kenapa kita membutuhkan tujuh orang, supaya satu bidang bisa ditangani satu atau dua orang sesuai keahlian yang memang kita perlukan,” tutup dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *