KUKAR, LINGKARKALTIM: Kabar segar berembus bagi Ibu-Ibu di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Setelah sempat bikin dompet menjerit, harga si pedas alias cabai di Pasar Mangkurawang terpantau mulai turun dan mengalami penurunan dalam tiga hari terakhir.
Irmawati, salah satu pedagang sayuran yang sudah lama berdagang di Pasar Mangkurawang sejak 2016, membeberkan dinamika harga yang terjadi di lapaknya saat ditemui pada Kamis (4/6/2026).
Menurut Irma, harga beberapa jenis cabai kini sudah jauh lebih murah dibanding hari-hari sebelumnya yang sempat melonjak gila-gilaan.
“Cabai keriting sekarang Rp75 ribu, biasanya bisa tembus Rp100 ribu per kilo. Kalau cabai tiung harganya Rp50 ribu, bawang merah Rp55 ribu, bawang putih Rp40 ribu, dan tomat Rp25 ribu per kilogram,” sebut Irma.
Meski begitu, dirinya mengakui beberapa jenis cabai lainnya masih bertahan di angka yang cukup tinggi. Salah satunya adalah cabai rawit yang menyentuh Rp250 ribu per kilogram.
Sementara untuk jenis rawit hijau kecil yang biasa digunakan untuk masakan acar, harganya berada di angka Rp120 ribu per kilogram.
Sambil mengatur dagangannya, Irma menceritakan betapa mahalnya harga cabai rawit dari tingkat petani belakangan ini.
“Kadang dari petaninya memang sudah mahal. Bayangkan saja, beli 4 kilo cabai rawit itu harganya sudah bisa buat beli emas 1 gram,” bebernya sambil terkekeh.
Irma menambahkan, tren penurunan harga ini sudah berlangsung selama tiga hari belakangan, khususnya untuk jenis cabai keriting yang melorot dari Rp100 ribu menjadi Rp75 ribu.
Turunnya harga bumbu dapur ini tentu langsung disambut gembira oleh para pembeli. Ica, seorang ibu rumah tangga sekaligus warga Kelurahan Mangkurawang, mengaku bersyukur dengan momen penurunan harga ini.
Saat sedang asyik memilah sayuran untuk stok di rumahnya, Ica merasa belanjaannya kali ini sedikit lebih ramah di kantong.
“Ini kebetulan belanja untuk stok rumah selama satu minggu ke depan. Alhamdulillah hari ini pas belanja ada sedikit penurunan harga. Biasanya kan kalau mau dekat Hari Raya Idulfitri atau Iduladha harganya naik lumayan tinggi,” ungkap Ica dengan wajah lega, Kamis (4/6/2026). (Dil)










