Pertumbuhan IKM dan UMKM Kukar Sangat Baik

Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Industri Kecil Menengah (IKM) dan para pelaku UMKM di Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan geliat positif menjelang tahun 2025.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, muncul tantangan besar yang harus segera diatasi yaitu ketimpangan antara tingginya minat berproduksi dan terbatasnya daya beli masyarakat lokal.

Read More
banner 300x250

Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menuturkan bahwa peningkatan jumlah pelaku IKM dan UMKM sebenarnya cukup menggembirakan.

Semangat masyarakat untuk berwirausaha, terutama di sektor makanan, minuman, dan kudapan lokal, tumbuh signifikan.

Namun, pertumbuhan tersebut tidak diiringi oleh peningkatan konsumsi yang sebanding.

“IKM kita tumbuh, tapi daya beli seharusnya mengiringi. Tantangan terberat bagi pelaku usaha kita ini adalah konsumennya. Yang berjualan banyak, tapi konsumennya terbatas,” ucap dia, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, pelaku usaha di sektor kuliner kini mendominasi perkembangan IKM di Kukar.

Ia menilai, kreativitas masyarakat dalam memproduksi makanan ringan, minuman kekinian, dan jajanan lokal sangat tinggi.

Akan tetapi, sebagian besar produk masih bersirkulasi di pasar lokal saja, belum mampu menembus pasar regional atau ekspor.

“Gairah untuk berjualan luar biasa, tapi pasarnya masih pemenuhan lokal,” kata Fathullah.

Meski produksi meningkat, aliran barang tidak sepenuhnya bisa terserap pasar. Hal ini menyebabkan kompetisi antar-pelaku usaha kian ketat, yang kadang berujung pada penurunan margin keuntungan.

Walaupun menghadapi tantangan daya beli, pertumbuhan IKM masih terbantu oleh sejumlah ruang publik baru dan pusat aktivitas warga yang dibangun Pemkab Kukar. Areal seperti Simpang Odah Etam (SOE), Taman Titik Nol Tenggarong, Taman Tanjong, hingga Car Free Day (CFD) telah menjadi magnet bagi pelaku usaha kecil, terutama mereka yang bergerak di sektor kuliner.

“Itu luar biasa signifikan meningkatkan pelaku usaha kita. Hampir setiap malam penuh, baik di Titik Nol maupun Taman Tanjong,” bebernya.

Bahkan, lanjut Fathullah, Tenggarong kini menjadi tujuan wisata kuliner bagi warga dari Samarinda, Bontang, hingga Balikpapan.

Wisatawan sudah mengenal jadwal kegiatan seperti Soe pada malam minggu, CFD di pagi hari, hingga keramaian di Titik Nol setiap malam.

Tidak hanya dari kawasan hilir, pelaku usaha dan pengunjung dari wilayah hulu Mahakam pun mulai ramai memanfaatkan ruang-ruang publik itu sebagai pasar utama.

Hal ini membuat Tenggarong menjadi pusat pertemuan produk kuliner dari berbagai wilayah Kukar.

“Dari hulu maupun hilir datang ke sini. Mereka tahu jadwalnya, makanya setiap malam ramai,” pungkas dia. (ADV/ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *