Ahmad Yani Minta Kios-Kios di Tangga Arung Square Jangan Kosong

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani bersama Wakil Ketua III Aini Faridah serta Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah saat melakukan inspeksi di Pasar Tangga Arung Square. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani bersama Wakil Ketua III Aini Faridah serta Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah saat melakukan inspeksi di Pasar Tangga Arung Square. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan tidak boleh ada lagi kios kosong di kawasan Tangga Arung Square.

Ia menilai, kekosongan lapak justru menghambat perputaran ekonomi, sementara di sisi lain masih banyak pedagang yang ingin berjualan namun belum mendapatkan akses.

Read More
banner 300x250

“Tidak boleh ada lagi kios yang kosong. Di luar masih banyak yang ingin masuk berjualan, tapi belum dapat tempat,” tegas dia, Kamis (30/4/2026).

Ia meminta pengisian kios harus dilakukan secara selektif agar benar-benar dimanfaatkan oleh pedagang aktif, bukan untuk kepentingan lain seperti diperjualbelikan kembali.

Dia mengingatkan agar tidak terjadi praktik “jual lapak” yang justru mengubah fungsi pasar dari ruang transaksi barang menjadi transaksi tempat.

“Jangan sampai orang yang dapat kios malah menyerahkan ke orang lain. Itu tidak boleh. Yang diberi tempat harus yang benar-benar ingin berjualan,” sebut Yani.

Dia bahkan mendorong agar seluruh ruang yang tersedia, termasuk area terbuka, dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Ia menilai, fleksibilitas penataan pedagang bisa menjadi solusi untuk menampung lebih banyak pelaku usaha, termasuk yang belum mendapatkan kios.

“Kalau perlu, ruang terbuka juga bisa dimanfaatkan. Tidak harus semua masuk ke dalam ruangan. Yang penting ada aktivitas jual beli,” katanya.

Yani mengatakan bahwa manajemen pasar yang baik, mulai dari penataan pedagang hingga pengelompokan produk juga sangat penting.

Menurutnya, strategi tersebut diperlukan agar Tangga Arung Square memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan pasar lain di daerah sekitar.

“Produk-produk yang dijual harus punya keunikan. Kalau perlu, orang dari Samarinda atau Balikpapan datang ke Kukar karena di sini ada yang tidak dijual di tempat lain,” jelas dia.

Selain itu, ia mengingatkan agar pedagang tidak menaikkan harga secara berlebihan. Harga yang terjangkau dinilai menjadi kunci untuk menarik minat pembeli dan menjaga keberlangsungan aktivitas pasar.

“Kalau mau untung, jangan terlalu banyak. Sedikit tapi ramai itu lebih baik. Bahkan kalau bisa, harga di sini lebih murah supaya orang tertarik belanja,” tutur Yani.

DPRD Kukar juga mendorong adanya pengawasan terhadap harga serta promosi pasar secara berkelanjutan.

Salah satunya melalui kegiatan yang dapat menarik pengunjung sekaligus memperkenalkan produk lokal.

Dengan optimalisasi kios, penataan pedagang, serta strategi harga dan promosi, dia berharap Tangga Arung Square dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang ramai dan kompetitif di Kukar.

“Intinya jangan sampai ada kios kosong, semua harus terisi supaya ekonomi di sini benar-benar hidup dan berjalan,” tutupnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *