Distanak Kukar Waspadai Penurunan Jumlah Petani, Keberlanjutan Pertanian Terancam

Keseharian Petani di Kukar
Keseharian Petani di Kukar
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Penurunan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian menjadi perhatian serius Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara. Kondisi ini dinilai berpotensi mengancam keberlanjutan sektor pertanian di masa mendatang jika tidak segera diantisipasi melalui kebijakan yang terarah dan berbasis data.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, mengungkapkan bahwa fenomena berkurangnya sumber daya petani kini mulai terasa di banyak wilayah. Banyak petani yang beralih profesi karena minimnya keuntungan, keterbatasan akses pembiayaan, serta semakin menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Read More
banner 300x250

“Fakta di lapangan menunjukkan tenaga kerja pertanian semakin menurun. Ini bukan sekadar angka statistik, tapi persoalan nyata yang berdampak pada ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Menurut Taufik, persoalan ini perlu disikapi serius dengan memperkuat basis data dan hasil sensus pertanian yang akurat. Data tersebut penting untuk memastikan arah kebijakan daerah dalam membangun program regenerasi petani dan peningkatan kesejahteraan mereka.

Ia menilai, rendahnya minat generasi muda di sektor pertanian disebabkan oleh persepsi negatif bahwa bertani tidak menjanjikan masa depan yang layak. Padahal, dengan penerapan teknologi dan inovasi, sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi bidang usaha modern dan produktif.

“Kita perlu mengubah cara pandang terhadap pertanian. Ini bukan lagi pekerjaan tradisional, melainkan sektor ekonomi yang bisa digerakkan dengan inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi,” tegasnya.

Selain faktor sumber daya manusia, Taufik juga menyoroti tantangan pembiayaan yang cenderung stagnan. Dengan alokasi anggaran daerah yang terbatas dan sulitnya memperoleh dukungan dari pemerintah pusat, ruang gerak untuk melakukan penguatan kapasitas petani menjadi sempit.

Keterbatasan itu, katanya, membuat pemerintah daerah harus lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi lokal. Distanak Kukar terus mendorong kolaborasi dengan pihak swasta, lembaga pendidikan, dan kelompok tani untuk menciptakan model pertanian terpadu yang efisien dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, sektor pertanian membutuhkan pendekatan baru yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada keberlanjutan sosial-ekonomi petani. “Kalau jumlah petani terus berkurang tanpa ada regenerasi, maka dalam beberapa tahun ke depan, sektor ini bisa kehilangan daya dorongnya,” ujar Taufik.

Distanak Kukar berharap pemerintah pusat dapat memberi perhatian lebih terhadap isu regenerasi petani dan penataan kebijakan pendukungnya. Dengan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, sektor pertanian Kukar diharapkan tetap mampu menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di masa depan. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *