Gapoktan Loa Ipuh Minta Jaringan Irigasi ke Pemerintah Daerah

Ketua Gapoktan Loa Ipuh, Lakir Prawoto. (Lingkarkaltim/M. As'ari)
Ketua Gapoktan Loa Ipuh, Lakir Prawoto. (Lingkarkaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Petani di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong meminta pembangunan jaringan irigasi pertanian yang hingga kini masih menjadi kendala utama ke pemerintah daerah.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Loa Ipuh, Lakir Prawoto mengatakan bahwa wilayah mereka memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya padi sawah.

Read More
banner 300x250

Namun, potensi tersebut belum bisa dimaksimalkan akibat persoalan teknis yang belum tertangani secara menyeluruh.

“Di sini cocok untuk tanam padi sawah, tapi kendala utamanya adalah tidak adanya saluran pembuangan air. Sumber air sebenarnya ada, termasuk dari void-void bekas tambang yang bisa dimanfaatkan, cuma pengeluarannya tidak ada,” kata dia di sela-sela kunjungan Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri di lokasi persawahan, Kamis (23/10/2025).

Ia mengungkapkan, hujan dengan intensitas rendah pun kerap menyebabkan genangan air di lahan pertanian warga.

“Hujan sebentar saja bisa banjir karena tidak ada saluran irigasi pembuangan. Irigasi primernya belum tersedia,” sebut Lakir.

Saat ini, kata dia, terdapat lima kelompok tani aktif yang bernaung dalam Gapoktan Loa Ipuh. Empat di antaranya berada di Kelurahan Loa Ipuh, yaitu Kelompok Tani Harapan Jaya, Mandong Lahong, Subur Makmur, dan Irama Desa, sedangkan satu kelompok lain, Kelompok Tani Sumber Rezeki, berada di Kelurahan Loa Ipuh Darat.

“Kalau total lahannya, dari dua kelurahan ini ada sekitar 240 hektare sawah,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat 11 kelompok tani dan tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) yang juga berada di bawah naungan kelurahan serta pembinaan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kukar.

Lakir mengungkapkan, para petani sudah beberapa kali menerima bantuan berupa sarana produksi seperti benih dan pupuk. Namun, dukungan untuk infrastruktur irigasi dinilai masih sangat minim.

“Kalau untuk benih dan pupuk, alhamdulillah sering dapat bantuan. Tapi untuk sarana irigasi memang agak minim. Dulu itu irigasi dibantu dari CSR PT Tanito Harum karena wilayah kami ini termasuk ring satu perusahaan,” terang dia.

Program CSR perusahaan tambang tersebut dulunya banyak membantu pemeliharaan saluran air dan jalan usaha tani. Akan tetapi, sejak kegiatan CSR berkurang, perawatan infrastruktur pertanian menjadi terbatas.

Kunjungan Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri kini menjadi momentum penting bagi para petani untuk menyampaikan langsung kendala di lapangan.

Pihaknya menyambut baik perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pertanian di wilayahnya.

“Ini kunjungan pertama Bapak Bupati ke Loa Ipuh. Kami sangat senang karena beliau datang langsung melihat kondisi sawah. Ini menjadi motivasi dan penyemangat bagi kami semua,” ucap Lakir

Dia berharap kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata, terutama pada infrastruktur pendukung pertanian seperti irigasi dan normalisasi saluran air.

“Kami berharap kegiatan di PU, terutama pemeliharaan irigasi dan normalisasi, bisa dipastikan berjalan baik setelah Bapak Bupati turun langsung ke lapangan,” tutupnya. (ASR/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *