TPA Bekotok Overkapasitas, Warga Tenggarong Resah Bau Menyengat Tiap Dini Hari

banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bekotok di Kecamatan Tenggarong kian memicu keresahan warga. Selain kondisi lahan yang hampir penuh, aroma tak sedap dari tumpukan sampah disebut semakin mengganggu, terutama pada waktu dini hari.

Dari pantauan di lapangan, volume sampah yang terus meningkat membuat area TPA terlihat sesak. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan lahan yang ada saat ini.

Read More
banner 300x250

Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, bau menyengat sudah menjadi “langganan” yang harus mereka terima setiap hari.

Ia menyebut, kondisi tersebut paling terasa saat udara mulai dingin menjelang pagi.

“Kalau sudah dini hari, baunya makin kuat. Mau tidak mau ya harus terbiasa, padahal ini jelas mengganggu,” ujarnya pada Lingkarkaltim, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, termasuk mempertimbangkan pembangunan TPA baru yang lokasinya lebih jauh dari permukiman warga.

“Kalau memang sudah tidak mampu menampung, seharusnya ada solusi jangka panjang. Jangan sampai masyarakat terus terdampak,” tambahnya.

Di sisi lain, petugas kebersihan Deliansyah menjelaskan, setiap harinya TPA Bekotok menerima sekitar 15 hingga 20 truk sampah.

Dengan metode pengelolaan yang masih mengandalkan sistem penimbunan, kondisi lahan menjadi cepat penuh.

Ia juga mengungkapkan, sebelumnya sempat digunakan alat incinerator untuk membakar sampah. Namun, operasionalnya dihentikan karena kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai terlalu tinggi.

“Sekarang lebih banyak dipendam. Kalau incinerator memang pernah digunakan, tapi tidak efisien dari segi biaya,” jelasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara, Taufik, menyebutkan, pemerintah daerah akan fokus pada penataan ulang TPA Bekotok pada tahun 2026.

Menurutnya, meski kondisi TPA sudah tidak ideal, pemerintah masih berupaya memperpanjang masa pakainya melalui peningkatan sarana dan prasarana.

“Kami akan maksimalkan yang ada dulu. TPA ini memang sudah tidak layak, tapi akan ditata ulang agar masih bisa digunakan dalam 2 hingga 3 tahun ke depan,” pungkasnya. (Kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *