PPL Berperan Aktif Dukung Kebangkitan Pertanian di Loa Ipuh

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) terus memperkuat peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam mendampingi petani di berbagai wilayah, termasuk di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong. Peran PPL dinilai menjadi kunci keberhasilan upaya pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali lahan-lahan tidur dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menyampaikan bahwa kehadiran PPL di lapangan menjadi ujung tombak pemerintah dalam memastikan petani mendapatkan pendampingan teknis, mulai dari pengolahan tanah hingga penerapan sistem irigasi yang efisien. Menurutnya, keberhasilan program pertanian sangat ditentukan oleh seberapa aktif PPL berinteraksi dan memberikan solusi langsung kepada petani.

Read More
banner 300x250

“PPL kami akan mendampingi secara intensif di lapangan. Mereka memastikan petani memahami cara pengelolaan lahan, pengaturan air, serta penggunaan teknologi pertanian yang sesuai kondisi wilayah,” ujar Taufik saat mendampingi Bupati Kukar meninjau saluran irigasi pertanian di Rapak Rabau, Loa Ipuh Kamis (23/10/2025).

Ia menjelaskan, setelah proses normalisasi saluran air dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum, petani akan mulai membuka lahan secara bertahap. Pada tahap ini, PPL berperan penting untuk mengoordinasikan langkah-langkah budidaya agar kegiatan pertanian berjalan serempak dan efisien.

Selain memberikan pendampingan teknis, para PPL juga membantu memetakan kebutuhan petani di lapangan, seperti bantuan benih, pupuk, dan peralatan dasar. Data yang dikumpulkan kemudian menjadi bahan evaluasi dan dasar perencanaan program Distanak Kukar di tahun berikutnya.

“Pemerintah daerah siap memfasilitasi kebutuhan petani sesuai prioritas yang disampaikan oleh para penyuluh. PPL bukan hanya pendamping, tapi juga penghubung antara petani dan pemerintah,” tambahnya.

Taufik menegaskan, kegiatan di Loa Ipuh menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan penyuluh pertanian dalam mewujudkan kemandirian pangan. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan potensi sekitar 200 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut dapat kembali produktif.

Keberadaan PPL juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program prioritas Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, terutama dalam mewujudkan pertanian modern, berdaya saing, dan berdaulat. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kapasitas penyuluh melalui pelatihan dan penyediaan sarana kerja di lapangan.

“Para penyuluh inilah garda terdepan yang memastikan program pertanian daerah bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Taufik menegaskan.

Dengan sinergi antara PPL, petani, dan pemerintah daerah, sektor pertanian di Loa Ipuh diharapkan menjadi model pengembangan pertanian terpadu yang berkelanjutan di Kabupaten Kutai Kartanegara. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *