SMPN 1 Tenggarong Gelar Rapat Bersama Orang Tua Bahas Realisasi Bantuan Perlengkapan Sekolah

Rapat yang Digelar di SMPN 1 Tenggarong bersama Orang Tua Siswa
Rapat yang Digelar di SMPN 1 Tenggarong bersama Orang Tua Siswa
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: SMP Negeri 1 Tenggarong menggelar rapat bersama orang tua siswa kelas VII di Aula Sekolah pada Selasa (7/10/2025). Pertemuan ini digelar untuk membahas realisasi bantuan perlengkapan sekolah yang sebelumnya telah diluncurkan oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar).

Kepala SMPN 1 Tenggarong, Imam Husaeni, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pencairan dana bantuan yang telah masuk ke rekening sekolah. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi siswa penerima program bantuan perlengkapan sekolah tahun 2025.

Read More
banner 300x250

“Hari ini kami mengundang orang tua siswa untuk memberikan sosialisasi terkait realisasi bantuan perlengkapan sekolah. Dana sudah cair, sehingga kami perlu menjelaskan mekanisme penggunaannya agar tidak menimbulkan salah paham,” jelas Imam.

Menurutnya, pembelian perlengkapan sekolah dilakukan secara mandiri oleh orang tua, sesuai petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar. Namun sebelumnya, koperasi sekolah sempat membantu memfasilitasi pengadaan sementara karena dana bantuan belum cair.

Imam menambahkan, terdapat beberapa jenis seragam yang tidak tercantum dalam daftar bantuan resmi, seperti baju kotak-kotak dan baju olahraga tambahan, sehingga biaya tersebut menjadi kesepakatan bersama antara sekolah dan orang tua. “Sudah sesuai arahan dari dinas, jadi semua jelas dan transparan,” ujarnya.

Selain seragam, bantuan juga mencakup tas, sepatu, buku tulis, alat tulis, dasi, dan perlengkapan sekolah lainnya. Ia menegaskan, proses penyaluran dilakukan bertahap agar setiap siswa dapat menerima bantuan dengan tepat waktu.

“Kita usahakan dalam satu minggu ke depan semua perlengkapan bisa disalurkan. Kami ingin memastikan tidak ada kekeliruan dan semua siswa penerima mendapatkan haknya,” ungkap Imam.

Dari total 318 siswa penerima bantuan di SMPN 1 Tenggarong, terdapat satu siswa yang tidak tercover dalam sistem pencairan. Imam menyebut, kebutuhan siswa tersebut tetap dipenuhi melalui dana BOS sekolah agar tidak ada yang dirugikan. Total dana bantuan yang diterima sekolah mencapai sekitar Rp. 567 juta.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan pihak sekolah.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program bantuan berjalan sesuai regulasi dan tanpa menimbulkan polemik di tingkat satuan pendidikan.

“Alhamdulillah, berarti sosialisasi yang dilakukan sekolah sudah berjalan sesuai SK dan Perbup. Program Bupati dan Wakil Bupati juga terbukti terealisasi, bukan sekadar janji politik,” tutur Emy.

Ia menambahkan, proses realisasi bantuan memang membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan administrasi dan penyusunan regulasi yang matang.

Namun dengan kerja sama antara pemerintah daerah, dinas, dan sekolah, program tersebut akhirnya dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *