KUKAR, LINGKARKALTIM: Upaya mencegah penyebaran tuberkulosis (TBC) di lingkungan kerja terus dilakukan. Kali ini, sebanyak 100 tenaga kerja Pasukan Merah Putih di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi sasaran sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan yang diinisiasi Puskesmas Mangkurawang, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada deteksi dini TBC melalui pemeriksaan kesehatan, termasuk rontgen paru-paru menggunakan fasilitas mobile X-ray. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi menyusul adanya indikasi sejumlah tenaga kerja yang diduga terpapar TBC.
Sekretaris DLHK Kukar, Yudiarta mengatakan, Pasukan Merah Putih menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena aktivitas pekerjaannya lebih banyak dilakukan di luar ruangan.
“Penanggulangan TBC juga merupakan salah satu program besar Presiden Prabowo Subianto. Sasaran kegiatan ini secara khusus adalah Pasukan Merah Putih yang bekerja di lapangan. Sebab, terdapat indikasi beberapa tenaga kerja kita yang terpapar tuberkulosis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pelacakan kesehatan, sosialisasi, dan pemeriksaan agar potensi penyebaran penyakit dapat dicegah sejak dini.
Meski demikian, jumlah tenaga kerja yang terindikasi maupun hasil pemeriksaannya belum dapat dipastikan. Sebab, masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis dari Puskesmas Mangkurawang.
Dari ratusan Pasukan Merah Putih yang tersebar di Kukar, pemeriksaan kali ini menyasar 100 orang. Prioritas diberikan kepada tenaga kerja yang beraktivitas langsung di lapangan, terutama kelompok lanjut usia yang dinilai lebih rentan terhadap gangguan kesehatan.
“Secara keseluruhan jumlahnya kurang lebih 900 orang. Namun, karena kegiatan ini dilaksanakan oleh Puskesmas Mangkurawang, pemeriksaan belum bisa menjangkau seluruh tenaga kerja. Jadi, pelaksanaannya masih terbatas dan diprioritaskan bagi kelompok tertentu, terutama lansia,” jelasnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan bantuan transportasi dan makanan ringan. Setiap peserta menerima Rp30 ribu sebagai pengganti biaya transportasi. Dana tersebut bersumber dari Kementerian Kesehatan yang disalurkan melalui sejumlah puskesmas.
Yudiarta menambahkan, pekerjaan Pasukan Merah Putih yang dimulai sejak pagi hari membuat mereka cukup rentan terpapar debu dan asap kendaraan. Terlebih, kondisi kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah belakangan ini juga berpotensi memengaruhi kesehatan saluran pernapasan.
Karena itu, ia mengingatkan para pekerja agar tetap menggunakan masker saat bertugas dan menjaga kondisi kesehatan.
Sementara itu, Klaster Manajemen Pemberdayaan Masyarakat Puskesmas Mangkurawang, Nugraha Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah memasuki hari kelima dan menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan kesehatan di sejumlah lokasi.
Sebelumnya, pemeriksaan telah dilaksanakan di beberapa kelurahan. Kegiatan dibuka di Loa Tebu dan dijadwalkan berakhir pada Sabtu (7/11/2026). Secara keseluruhan, kegiatan ini menargetkan sebanyak 600 peserta.
“Untuk setiap lokus, kami menetapkan target pemeriksaan sebanyak 100 orang. Hingga hari terakhir nanti, sasaran keseluruhan kegiatan ini adalah 600 orang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 serta diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pemerintah pusat.
Pelaksanaannya melibatkan Dinas Kesehatan Kukar, Puskesmas Mangkurawang, dan rumah sakit. Khusus tenaga radiografer, pihaknya mendapat dukungan dari RSUD AM Parikesit.
Dalam pemeriksaan tersebut, peserta terlebih dahulu menjalani validasi data identitas, termasuk nama dan nomor induk kependudukan (NIK). Selanjutnya, dilakukan skrining awal berupa pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, serta gula darah.
Pemeriksaan gula darah turut menjadi perhatian karena penderita diabetes melitus memiliki risiko lebih tinggi mengalami TBC dengan kondisi yang lebih berat.
Setelah skrining, peserta diarahkan menjalani pemeriksaan rontgen paru-paru menggunakan layanan mobile X-ray. Hasil pemeriksaan yang sudah tersedia akan disampaikan kepada peserta satu per satu.
“Apabila nantinya ditemukan hasil pemeriksaan positif atau pasien terindikasi TBC, maka akan ditindaklanjuti untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” jelas Nugraha.
Ia berharap pemeriksaan ini dapat membantu menemukan kasus TBC lebih awal, sehingga penanganan bisa segera dilakukan sekaligus menekan risiko penularan di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030. Dengan deteksi dini dan pemeriksaan yang menjangkau kelompok berisiko, diharapkan penyebaran TBC di Kukar dapat ditekan. (Adv/dil)










