KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyambut baik bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp15 miliar yang dialokasikan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan tersebut dinilai menjadi dukungan tambahan bagi daerah dalam memperkuat upaya penanganan karhutla yang hingga kini masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan, dukungan anggaran untuk penanganan karhutla di Kukar sejatinya telah disiapkan melalui anggaran daerah dengan alokasi yang lebih besar dibandingkan bantuan tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanganan selama titik kebakaran masih dapat dijangkau oleh petugas di lapangan.
“Pada dasarnya, alokasi anggaran yang kita miliki di Kutai Kartanegara untuk penanganan karhutla sebenarnya jauh lebih besar dari bantuan tersebut. Sebagaimana teman-teman bisa lihat dan saksikan sendiri, kita terus melakukan penanganan terhadap api selama titik kebakaran masih bisa dijangkau,” ungkap Aulia, Sabtu (31/10/2026).
Ia menjelaskan, kesiapsiagaan personel menjadi salah satu faktor penting dalam mengendalikan kebakaran. Saat ini, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Barisan Sukarelawan Kebakaran (Balakar) di tingkat desa dan kelurahan telah disiagakan.
Aulia menyebut, pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan kebakaran di sejumlah kecamatan. Salah satunya di wilayah Kecamatan Kenohan yang sebelumnya sempat dilaporkan mengalami kebakaran.
Menindaklanjuti informasi tersebut, konsentrasi penanganan kemudian diarahkan ke wilayah tersebut. Berdasarkan pemantauan terakhir, kondisi kebakaran telah berhasil dikendalikan oleh petugas di lapangan.
“Kemarin sempat ada informasi mengenai kebakaran yang terjadi di wilayah Kenohan. Konsentrasi kita kemudian diarahkan ke sana. Berdasarkan pemantauan hari ini, kondisi kebakaran sudah bisa dikendalikan oleh teman-teman di lapangan,” jelasnya.
Selain kesiapan personel, Aulia menegaskan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan operasional petugas selama proses pemadaman berlangsung. Terutama pemenuhan logistik dan bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi penunjang mobilitas petugas menuju lokasi kebakaran.
Menurutnya, dukungan tersebut harus dikelola dengan baik agar proses penanganan di lapangan berjalan optimal. Ia pun menyampaikan kepercayaan terhadap kemampuan BPBD dan Damkar Kukar dalam mengelola penanganan karhutla.
“Kami terus memberikan dukungan untuk memastikan kebutuhan logistik dan BBM petugas di lapangan terpenuhi serta dikelola dengan baik. Kami yakin dan percaya BPBD dan Damkar kita yang begitu sigap dapat mengelola penanganan ini dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Abdal, menilai bantuan Presiden senilai Rp15 miliar tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat penanganan karhutla di daerah.
Ia mengatakan, dukungan anggaran dari pemerintah pusat perlu didistribusikan sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Dengan demikian, dana tersebut benar-benar dapat menunjang operasional serta mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“Kalau memang ada bantuan untuk operasional atau pembiayaan penanganan kebakaran hutan dan lahan, saya kira itu langkah yang baik. Tinggal bagaimana daerah mendistribusikan anggaran tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan pemerintah pusat,” ujar Abdal.
Ia menambahkan, bantuan tersebut juga datang pada momentum yang tepat. Sebab, hingga saat ini karhutla di Kukar masih terjadi sehingga membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik dari sisi anggaran maupun operasional petugas.
Terlebih, kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami defisit membuat tambahan dukungan dari pemerintah pusat memiliki arti penting bagi daerah.
“Ini juga langkah yang strategis karena di Kutai Kartanegara sampai hari ini kebakaran hutan dan lahan masih berlangsung. Bantuan ini sangat membantu daerah, di tengah kondisi keuangan daerah yang seperti kita ketahui sedang defisit atau tidak baik-baik saja,” tutupnya.
Dengan adanya dukungan Banpres tersebut, diharapkan upaya penanganan karhutla di Kukar dapat semakin optimal, terutama dalam memenuhi kebutuhan operasional petugas, memperkuat kesiapsiagaan di wilayah rawan kebakaran, serta memastikan setiap titik api yang masih dapat dijangkau segera ditangani. (Adv/dil)










