KUKAR, LINGKARKALTIM: Berada di wilayah pelosok dengan keterbatasan akses jaringan internet tidak menyurutkan semangat SMP Negeri 6 Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), untuk menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).
Sekolah yang berlokasi di Jalan Amelia 1, Desa Rapak Lembur, Kecamatan Tenggarong tersebut terus berupaya memenuhi berbagai persyaratan untuk mewujudkan program transformasi pendidikan berbasis teknologi digital.
Kepala SMPN 6 Tenggarong, James S. Marpaung, mengatakan bahwa letak geografis sekolah yang berada di dataran tinggi dan cukup jauh dari pusat kota menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi persyaratan KSRG.
Meski demikian, pihak sekolah terus berupaya agar seluruh komponen yang dibutuhkan dapat terpenuhi.
“Meskipun kami berada di wilayah pelosok, kami mengupayakan berbagai cara agar semua komponen dalam KSRG bisa terpenuhi,” ujar James saat ditemui, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan jaringan internet. Untuk mengatasi persoalan tersebut, sekolah telah memanfaatkan layanan internet berbasis satelit Starlink.
“Kami sudah memiliki satu unit Starlink yang dibeli secara mandiri. Alhamdulillah, dua unit lainnya difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar,” ungkapnya.
Selain dukungan jaringan internet, SMPN 6 Tenggarong juga mulai menerapkan pembelajaran berbasis ekosistem Google. Sebanyak 77 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel) telah mengikuti pembelajaran dengan memanfaatkan perangkat Chromebook.
James menyebutkan, sekolah mendapatkan bantuan sebanyak 95 unit Chromebook dari Disdikbud Kukar. Perangkat tersebut dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran siswa serta mendukung aktivitas para guru.
“Kami mendapat bantuan 95 unit Chromebook dari Disdikbud Kukar. Perangkat ini digunakan oleh siswa dan guru untuk mendukung proses pembelajaran,” jelasnya.
James mengungkapkan, sebagian besar persyaratan untuk menjadi Sekolah Rujukan Google telah diupayakan oleh pihak sekolah. Namun, masih terdapat satu tahapan yang perlu dipenuhi, yakni mencetak trainer internal dari kalangan guru SMPN 6 Tenggarong.
“Kami tinggal selangkah lagi menuju Sekolah Rujukan Google, yaitu dengan menciptakan trainer internal dari guru-guru yang ada di SMPN 6 Tenggarong,” katanya.
Untuk memenuhi persyaratan tersebut, pihak sekolah terus mendorong para guru mengikuti berbagai pelatihan. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan trainer internal yang memiliki kompetensi dalam pemanfaatan teknologi dan ekosistem Google untuk mendukung pembelajaran.
James berharap proses pengajuan KSRG dapat berjalan lancar sehingga SMPN 6 Tenggarong mampu melangkah ke tahap berikutnya dan terus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital.
“Semoga proses menuju Sekolah Rujukan Google di SMPN 6 Tenggarong bisa berjalan lancar dan naik ke tingkat selanjutnya,” pungkasnya.(ahk/*far)










