KUKAR, LINGKARKALTIM: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berdampak pada kegiatan belajar mengajar di TK Negeri 04 Tenggarong. Sekolah tersebut menunda sementara program kunjungan edukatif rutin yang biasanya dilaksanakan satu kali setiap bulan.
TK Negeri 04 Tenggarong yang berlokasi di Jalan AM Sangaji, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, saat ini menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sesuai kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.
Kepala TK Negeri 04 Tenggarong, Fariyati, mengatakan penerapan PJJ menjadi kendala dalam pelaksanaan program kunjungan edukatif. Salah satu agenda yang tertunda adalah kunjungan ke Dinas Pemadam Kebakaran.
“Seharusnya kami melakukan kunjungan ke dinas pemadam kebakaran. Namun, karena pembelajaran jarak jauh terus berlangsung, kami mengatur ulang jadwal agar kegiatan tersebut tetap bisa direalisasikan,” ujarnya kepada Lingkarkaltim.com, Kamis (29/10/2026).
Fariyati menjelaskan, pihak sekolah akan kembali melaksanakan kegiatan kunjungan apabila kondisi kabut asap membaik dan pembelajaran tatap muka telah diperbolehkan.
Saat ini, TK Negeri 04 Tenggarong memiliki 58 murid yang terbagi dalam empat rombongan belajar (rombel), dengan dukungan enam tenaga pendidik.
Menurut Fariyati, program kunjungan edukatif dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada anak-anak. Melalui kegiatan tersebut, murid dapat memperoleh pengetahuan dari pihak yang memiliki keahlian sesuai dengan materi yang dipelajari.
Selain memperkaya pengalaman belajar di luar kelas, kegiatan kunjungan juga menjadi sarana untuk mengenalkan lingkungan dan sejarah daerah kepada anak-anak.
“Setiap melakukan kunjungan, kami selalu menyisipkan pembelajaran, seperti mengenal sejarah Kota Tenggarong,” jelasnya.
Ia berharap program kunjungan edukatif dapat kembali berjalan secara rutin sehingga mendukung pembentukan karakter dan perkembangan pengetahuan murid sesuai dengan misi sekolah.
Fariyati juga berharap pengalaman belajar di luar sekolah dapat membantu anak-anak memahami materi secara lebih baik dan mendorong perkembangan mereka.
“Kami berharap anak-anak dapat lebih memahami pembelajaran yang dilakukan di luar sekolah dan berkembang lebih baik dari sebelumnya,” tutupnya.(ahk/*far)










