KUKAR, LINGKARKALTIM : Keretakan infrastruktur bangunan dan jalan di Tangga Arung Square (TAS) membuat pengunjung maupun pedagang merasa was-was. Keretakan bangunan tersebut sangat disayangkan. Pasalnya, bangunan TAS ini beroperasi belum ada 1 tahun.
Salah seorang warga Loa Kulu Ahmad Nur mengatakan, berkunjung ke TAS melihat tanda rambu dilarang melintas menuju ke lantai 2 dari sisi Danau Semayang, karena jalan itu mengalami patah atau terjadi pergeseran tanah.
“Setelah saya perhatikan, bukan hanya jalan yang mengalami parah. Tapi bangunan dekat pilar juga mengalami keretakan,” kata Ahmad Nur pada Lingkarkaltim, di TAS, Jum’at (30/10/2026).
Menurutnya, keretakan tersebut harus segera mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Sebelum keretakan itu makin parah dan terjadi hal yang tak diinginkan.
“Ini sangat menbahayakan pengunjung dan pedagang yang ada di TAS,” ucapnya.
Sementara itu Pedagang TAS Rudi menyebutkan, terjadinya penurunan pada jalan menuju lantai 2 ini telah diketahui sejak 3 bulan yang lalu. Namun, kondisinya saat ini semkin amblas sekitar 10 sentimeter.
“Sebelumnya hanya retak saja. Dan sekarang sudah terturun jalan kendaraan menuju lantai 2,” sebut Rudi.
Dirjnya berharap, kerusakan infrastruktur ini bisa segera ditangani oleh pemerintah daerah. Sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung maupun pedagang.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Wiyono belum memberikan keterangan, sebab saat ini anggaran pemerintah daerah terjadi rasionalisasi atau efisiensi.
“Anggaran kita saat ini terjadi efisiensi, sehingga tak bisa berbuat banyak,” jelas Wiyono. (ahk)










