SDN 031 Tenggarong Menanti Perbaikan Bangunan

SDN 031 Tenggarong, berada di Jalan Gunung Belah, Kabupaten Kutai Kartanegar. (Far/Lingkarkaltim.com)
SDN 031 Tenggarong, berada di Jalan Gunung Belah, Kabupaten Kutai Kartanegar. (Far/Lingkarkaltim.com)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: SD Negeri 031 Tenggarong, yang berlokasi di Jalan Gunung Belah, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih membutuhkan perbaikan bangunan dan penambahan ruang kelas. Kondisi lingkungan sekolah yang rawan banjir saat hujan deras serta keterbatasan ruang belajar menjadi kendala dalam kegiatan belajar mengajar.

Kepala SDN 031 Tenggarong, Nurlena, mengatakan pihak sekolah telah dua kali mengajukan permohonan bantuan renovasi kepada dinas terkait. Namun, hingga kini, menurutnya, tindak lanjut yang dilakukan baru sebatas peninjauan lokasi.

Read More
banner 300x250

“Kami sudah lama mengajukan bantuan, bahkan sudah dua kali. Kondisi ini cukup mengganggu karena setiap hujan deras, sekolah kami kebanjiran,” ungkap Nurlena saat ditemui, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan, lingkungan SDN 031 Tenggarong didominasi kawasan rawa. Akibatnya, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air menggenangi area sekolah dan berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Selain persoalan banjir, keterbatasan ruang kelas juga menjadi alasan sekolah mengajukan bantuan. Saat ini, SDN 031 Tenggarong memiliki 360 murid yang terbagi dalam 13 rombongan belajar (rombel), dengan dukungan 24 tenaga pendidik.

Namun, sekolah hanya memiliki 11 ruang kelas yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut membuat sebagian murid harus mengikuti pembelajaran pada siang hari.

“Kami kekurangan ruang kelas. Dari 13 rombel yang ada, hanya 11 ruang kelas yang kami gunakan,” ujarnya.

Menurut Nurlena, kegiatan belajar pada siang hari dinilai kurang efektif dibandingkan pembelajaran pada pagi hari. Karena itu, penambahan ruang kelas diperlukan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.

Ia juga menyayangkan kondisi bangunan sekolah yang belum mendapat pembaruan secara menyeluruh, meskipun luas lahannya hampir satu hektare. Menurutnya, lahan tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan ruang kelas tambahan, laboratorium, dan ruang unit kesehatan sekolah (UKS).

Sementara itu, untuk menangani kerusakan ringan, seperti dinding rusak dan atap bocor, pihak sekolah memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kalau ada kerusakan, kami alokasikan dana BOS untuk perbaikan, seperti dinding rusak atau atap bocor. Intinya, kerusakan kecil masih bisa kami tangani,” jelasnya.

Nurlena berharap pengajuan renovasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Ia menilai pembaruan bangunan diperlukan untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran kegiatan belajar mengajar.

“Semoga dinas dapat membantu renovasi bangunan sekolah kami yang sudah cukup lama. Sarana dan prasarana lainnya sudah lengkap, tinggal pembaruan bangunan yang kami harapkan,” pungkasnya.(ahk/*far)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *