KUKAR, LINGKARKALTIM: Warga Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menghadapi kendala pasokan air bersih akibat kemarau panjang. Selain menyusutnya debit air sungai, masuknya air laut ke sumber air baku turut menghambat operasional instalasi pengolahan air milik Perumda Air Minum Tirta Mahakam.
Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mahakam Kukar, Abdul Latif, mengungkapkan kondisi tersebut memaksa pihaknya mengurangi kapasitas produksi air di Cabang Samboja dari sekitar 90 liter per detik menjadi 50–52 liter per detik.
Penurunan produksi ini mencapai sekitar 38–40 liter per detik. Dampaknya terutama dirasakan pelanggan yang berada di ujung jaringan distribusi dan kawasan dengan kontur tanah lebih tinggi, karena aliran air menuju wilayah tersebut lebih rentan terganggu.
“Sekarang kapasitas produksi kami turunkan menjadi sekitar 50 sampai 52 liter per detik. Sebelumnya, operasionalnya bisa mencapai sekitar 90 liter per detik karena kondisi sumber air baku di Sungai Merdeka juga mengalami penurunan,” ujar Abdul Latif.
Ia menjelaskan, salah satu persoalan utama terjadi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pasir. Sumber air di lokasi tersebut mengalami intrusi air laut dengan kadar garam atau salinitas mencapai sekitar 10.000 miligram per liter.
Akibatnya, instalasi yang biasanya mampu beroperasi dengan kapasitas sekitar 30 liter per detik tersebut harus dihentikan. Untuk menjaga pelayanan, kebutuhan air yang sebelumnya dipenuhi dari IPA Gunung Pasir dialihkan ke instalasi di Sungai Merdeka.
Namun, upaya tersebut menghadapi kendala baru karena debit air baku di Sungai Merdeka juga terus menurun akibat kemarau berkepanjangan.
“Air laut sudah masuk dan memengaruhi kualitas sumber air baku di Gunung Pasir. Sementara sumber air di Sungai Merdeka juga mengalami penurunan, sehingga kapasitas produksinya harus kami sesuaikan,” jelasnya.
Abdul Latif menyebutkan, jumlah pelanggan Perumda Air Minum Cabang Samboja mencapai sekitar 4.809 sambungan. Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kelurahan Karya Merdeka, Bukit Merdeka, Sei Merdeka, Samboja Kuala, Teluk Pemedas, dan Sanipah.
Untuk membantu pelanggan yang mengalami gangguan aliran air, Perumda Air Minum menyiapkan keran air gratis di IPA Sungai Merdeka dan IPA Gunung Pasir.
Pelanggan di kawasan Karya Merdeka dan Bukit Merdeka dapat mengambil air di IPA Sungai Merdeka. Adapun pelanggan di Samboja Kuala dan Kampung Lama diarahkan ke IPA Gunung Pasir.
Sementara itu, Camat Samboja, Damsik, membenarkan bahwa penurunan debit air baku telah memengaruhi pelayanan air bersih kepada masyarakat dalam beberapa pekan terakhir.
Menurutnya, kondisi Sungai Merdeka semakin memprihatinkan meskipun telah dilakukan upaya pengerukan oleh Perumda Air Minum. Volume air yang terus menyusut membuat pengelolaan dan distribusi air kepada pelanggan mengalami kendala.
“Penyebabnya adalah kemarau yang berlangsung cukup lama. Kondisi air baku di Sungai Merdeka sudah mulai surut dan berdampak terhadap distribusi air bersih kepada masyarakat,” kata Damsik.
Ia juga mengungkapkan bahwa instalasi pengambilan air di Kelurahan Kampung Lama telah dihentikan sejak beberapa bulan lalu karena air laut masuk jauh ke Sungai Hitam. Sementara instalasi di kawasan Bukit Raya masih beroperasi meskipun volume air bakunya mulai berkurang.
Damsik berharap hujan yang mulai turun dapat membantu memulihkan ketersediaan air baku di Kecamatan Samboja. Ia juga berharap ada langkah penanganan lanjutan untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, Perumda Air Minum Tirta Mahakam melakukan penyesuaian kapasitas produksi dan menyediakan fasilitas pengambilan air gratis sebagai langkah sementara. Upaya ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sembari menunggu kondisi sumber air baku membaik. (Ahk)










