Kecamatan Muara Badak Tetap Perhatikan Keselamatan dan Kesehatan Tim Relawan Dalam Penanganan Karhutla

Tim Relawan saat melakukan pemadaman Karhutla di Muara Badak. (Foto: Istimewa)
Tim Relawan saat melakukan pemadaman Karhutla di Muara Badak. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Muara Badak tidak hanya diarahkan pada upaya memadamkan titik-titik api, tetapi juga perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan para relawan yang berada di garis depan penanganan kebakaran.

Camat Muara Badak, Nurhaeda mengatakan sejak munculnya karhutla di sejumlah wilayah, pihaknya terus berupaya mengoptimalkan penanganan bersama berbagai unsur yang terlibat.

Read More
banner 300x250

“Penanganannya kami upayakan itu bisa maksimal, bisa dari beberapa titik api bisa kita lakukan pemadaman, seperti itu,” kata dia, Kamis (10/9/2026).

Di tengah intensitas penanganan karhutla, pemerintah kecamatan menilai kondisi personel yang bertugas juga tidak boleh diabaikan.

Paparan asap, kondisi lapangan, cuaca panas, serta aktivitas pemadaman dalam waktu tertentu dapat menjadi risiko bagi kesehatan relawan.

Karena itu, aspek kesehatan menjadi bagian yang terus dikoordinasikan bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Ia menjelaskan penanganan karhutla di Muara Badak melibatkan berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah kecamatan, tetapi juga seluruh stakeholder.

“Alhamdulillah sih, kami dengan seluruh tim penanganan yang ada di Kecamatan Muara Badak, mulai yang seluruh stakeholder, tim relawan, perusahaan, termasuk juga kepala desa, termasuk juga dengan puskesmas di bidang kesehatan,” ungkap Nurhaeda.

Dalam kondisi tersebut, dia terus mengingatkan para relawan agar tidak hanya fokus pada tugas pemadaman, tetapi juga memperhatikan kondisi tubuh masing-masing.

“Alhamdulillah kami juga sudah menginstruksikan kepada pimpinan Puskesmas Badak Baru maupun Muara Badak Ulu agar dilaksanakan pemakaian kesehatan kepada tim relawan kita langsung ke masing-masing sekretariat,” jelasnya.

Nurhaeda telah mengintruksikan Puskesmas Badak Baru dan Puskesmas Muara Badak Ulu untuk memberikan pelayanan langsung kepada para relawan di sekretariat masing-masing.

Dengan mendatangi lokasi mereka, pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan tanpa harus mengganggu terlalu banyak aktivitas penanganan di lapangan.

“Bahkan ada juga yang teman-teman diberikan kesempatan oleh dua pimpus kita untuk silakan melakukan pemeriksaan ketika ada tim relawan yang merasakan ada sesuatu terhadap kesehatannya,” tutur dia.

Sementara itu, Sekda Kukar, Sunggono mengatakan pemeriksaan kesehatan bagi relawan merupakan bagian dari koordinasi penanganan karhutla yang telah dimintanya sebelumnya.

Ia menegaskan, relawan yang berada di posko penanganan harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama karena mereka berhadapan langsung dengan kondisi lingkungan yang berisiko.

“Nah, ini contoh hari ini yang saya minta kemarin dikoordinasikan adalah penanganan untuk teman-teman sukarelawan. Saya minta di posko diperiksa kesehatannya. Ini sudah dilakukan, diperiksa kesehatan di posko di Muara Badak,” jelas dia.

Untuk memastikan pemeriksaan berjalan, ia telah meminta pimpinan puskesmas membawa tenaga kesehatan ke posko.

“Saya suruh Pimpus Muara Badak bawa anggota, bawa dokter, bidan, staf untuk periksa kesehatan,” kata Sunggono.

Dia menekankan bahwa keberadaan relawan sangat penting dalam penanganan karhutla.

Namun, keberadaan mereka di lapangan tidak boleh membuat aspek keselamatan dan kesehatan menjadi terabaikan.

Pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan personel yang terlibat dalam penanganan karhutla tetap dalam kondisi yang memungkinkan untuk menjalankan tugas.

“Ya, makanya saya bilang sama teman-teman, jangan sampai kalian mengabaikan kesehatan anggota. Itu lebih penting,” tegasnya.

Sunggono mengatakan kondisi di Muara Badak yang cukup parah menjadi alasan dirinya meminta jajaran kesehatan bergerak lebih cepat.

“Muara Badak yang kemarin yang relatif agak pencemarannya berbahaya sudah, sudah tingkat-tingkat sangat berbahaya. Makanya saya suruh Pak Pimpusnya, Pak Bu Camat, tolong hubungi, geser pegawai puskesmas di situ,” pungkas dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *