Dekranasda Kaltim Dorong Wastra dan Kriya Daerah Kuasai Pasar Mancanegara Lewat BIFF

Gelaran Borneo International Fashion Festival (BIFF).(Devi/Lingkarkaltim)
Gelaran Borneo International Fashion Festival (BIFF).(Devi/Lingkarkaltim)
banner 468x60

SAMARINDA, LINGKARKALTIM: Upaya membawa produk ekonomi kreatif Kalimantan Timur melangkah ke pasar internasional terus dimatangkan. Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dekranasda memberikan jaminan dukungan penuh terhadap gelaran Borneo International Fashion Festival (BIFF) sebagai agenda tahunan berskala global.

Dukungan tersebut ditegaskan dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (10/9/2026). Langkah ini ditujukan untuk membangun struktur ekosistem ekonomi kreatif yang kokoh dan berdaya saing dari hilir hingga ke hulu.

Read More
banner 300x250

Dalam sambutan Ketua Dekranasda Kaltim Syarifah Suraidah yang dibacakan Ketua Harian Heni Purwaningsih, dijelaskan bahwa kekayaan warisan budaya Kaltim tidak boleh berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Kebudayaan harus dihidupkan kembali sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Heni menyampaikan bahwa keberadaan BIFF sangat vital sebagai wadah yang mempertemukan perajin tradisional dengan desainer profesional. Sinergi ini diyakini mampu melahirkan karya yang tetap mempertahankan identitas daerah namun memiliki bahasa visual yang dapat diterima pasar dunia.

Selain itu, Dekranasda juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, hingga media dinilai menjadi kunci utama agar sebuah karya kerajinan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

“Ketika seluruh elemen bergerak bersama, karya kreatif tidak lagi sekadar produk, melainkan peluang usaha yang menggerakkan perekonomian masyarakat,” papar Heni.

Sejalan dengan visi tersebut, Co-Founder BIFF Yulia Hadi mengemukakan bahwa pembentukan BIFF didorong oleh motivasi mendalam untuk mengangkat harkat dan potensi seni dari tanah kelahirannya di Batu Kajang, Kaltim.

Yulia menilai bahwa talenta dan sumber daya kreatif di Kaltim melimpah, namun kerap terkendala oleh keterbatasan akses panggung promosi yang berskala luas. Oleh sebab itu, BIFF hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut dengan mengintegrasikan sektor fashion, pariwisata, dan peluang investasi.

Ia optimistis melalui pendekatan yang terstruktur, para pelaku UMKM dan perajin lokal tidak hanya mampu mandiri di daerah sendiri, tetapi juga diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional.

“Kami ingin membuka ruang berkolaborasi bagi generasi muda dan perajin agar karya mereka mendapat panggung yang layak dan dikenal secara luas,” ujar Yulia.

Peluang bagi BIFF untuk merambah pasar luar negeri pun terbuka lebar. Chairman Festival Indonesia di Melbourne, Cely Geottom, mengungkapkan ketertarikannya untuk memboyong hasil karya para desainer dan perajin Kaltim ke Australia.

Menurut Cely, Australia merupakan salah satu tetangga terdekat yang memiliki apresiasi tinggi terhadap seni budaya Indonesia. Kesiapan pasar di Melbourne dinilai sangat matang untuk menerima produk-produk unggulan dari Borneo.

Guna memuluskan langkah tersebut, Cely melayangkan undangan resmi agar tim BIFF dapat menjadi penampil utama dalam ajang Festival Indonesia di Melbourne pada edisi tahun 2024 mendatang.

“Kehadiran BIFF pada 2024 nanti sangat penting untuk membuka transaksi B2B dan memperkenalkan konsistensi kualitas produk Kaltim secara langsung kepada publik Australia,” ungkap Cely.(dev)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *