SAMARINDA, LINGKARKALTIM: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur bergerak cepat menata kembali Mal Lembuswana pascaberalihnya hak pengelolaan dari pihak swasta ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Kalimantan Timur Melati Bakti Satya (KTMBS). Langkah pembenahan infrastruktur dan fasilitas gedung difokuskan untuk mengembalikan daya tarik pusat perbelanjaan di jantung Kota Samarinda tersebut.
Saat melakukan peninjauan lokasi, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan komitmen daerah untuk membangkitkan aktivitas perekonomian di kawasan komersial milik pemprov tersebut.
“Kita akan hidupkan kembali masa kejayaan Mal Lembuswana,” tegas Rudy Mas’ud, Rabu (9/9/2026).
Sejumlah penanganan darurat ditargetkan rampung dalam waktu singkat, meliputi perbaikan pendingin ruangan, penerangan interior, fasilitas toilet, pemasangan videotron promosi, hingga pengaspalan ulang seluruh akses jalan di dalam kawasan mal.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud secara khusus menginstruksikan dinas teknis untuk merampungkan perbaikan kualitas jalan kawasan dalam waktu 10 hari demi menjamin kenyamanan pengunjung.
“Pak Iing tolong hitamkan semua jalan di sini. Biar pengunjung nyaman masuk sini,” perintahnya kepada jajaran teknis.

Selain menyisir kawasan Mal Lembuswana, rombongan Pemprov Kaltim meninjau dua aset daerah lain di kompleks Gelora Kadrie Oening, yakni Hotel Claro Pandurata dan Stadion Madya Sempaja. Pembenahan fasilitas dan perawatan berkala pada kedua aset tersebut terus didorong guna mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendukung sarana olahraga masyarakat.
Melihat berbagai langkah revitalisasi yang sedang berjalan, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengajak masyarakat untuk kembali meramaikan pusat perbelanjaan legendaris tersebut.
“Kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur mari datang ke Mal Lembuswana, lihat perubahannya dan belanjanya juga di Mal Lembuswana,” ajaknya.(dev)










