Penjualan Perumahan Griya Tambak Rel Tembus 900 Unit

Kondisi Perumahan Griya Tambak Rel, Selasa (22/9/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
Kondisi Perumahan Griya Tambak Rel, Selasa (22/9/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Penjualan perumahan Griya Tambak Rel (GTR) yang berada di kawasan Jalan Tambak Rel Kecamatan Tenggarong, telah mencapai 900 unit.

Hal itu disampaikan oleh Developer perumahan GTR Anju Eben Ezer pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Selasa (22/9/2026).

Read More
banner 300x250

Ia mengatakan, perumahan GTR ini menyediakan rumah dengan tipe 36 subsidi, dengan harga Rp 182 juta dan untuk rumah non subsidi diatas Rp 200 juta. Masyarakat dapat memiliki hunian layak dengan subsidi harus sesuai ketentuan mulai dari batasan gaji dan belum memiliki rumah.

“Yang bisa memanfaatkan program perumahan subsidi ini maksimal berpenghasilan Rp 12 juta, itu jika suami dan istri bekerja. Kalau yang bekerja hanya salah satunya saja, maka maksimal berpenghasilan Rp 8 juta,” katanya.

Ia mengaku, sisa perumahan yang tersedia saat ini sekitar 100 unit. Pembangunan perumahan ini bertujuan untuk mendukung program Pemerintah Pusat yaitu, program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Pemerintah pusat memiliki program MBR untuk mengatasi Rumah Tangga yang Tak memiliki rumah, berdasarkan data pemerintah pusat ada sekitar 13 juta rumah tangga di Indonesia tidak memiliki rumah. Sehingga program ini untuk membantu masyarakat memiliki hunian layak,” ucapnya.

Untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap pembelin rumah subsidi ini, pihaknya rutin mempromosikan lewat media sosial. Bahkan tanpa media sosial, konsumen yang telah merasakan fasilitas perumahan ini, bisa menyampaikan kepada orang lain yang tengah mencari hunian.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kukar M Aidil menyambut baik atas pembangunan perumahan subsidi di Kukar.

Pasalnya, pembangunan perumahan ini bagian dari mendukung program pemerintah pusat terhadap 13 juta Rumah di Indonesia melalui program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Saat ini ada sekitar 30 pengembang perumahaan di Kukar dan sebagian besar rumah yang dibangun merupakan rumah subsidi,” jelas M Aidil.

Dirinya berharap, dengan adanya program MBR ini dapat membantu masyarakat terhadap kepemilikan rumah, meskipun dengan cara mencicil.

“Daripada ngontrak lebih baik biaya sewa kontrakan digunakan untuk menyicil perumahan,” pungkasnya. (riz)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *