Kebun Binatang jadi Wacana Pengembangan di Pulau Kumala

Pulau Kumala Tenggarong. (Istimewa)
Pulau Kumala Tenggarong. (Istimewa)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM:  Menghadirkan kebun binatang menjadi salah satu wacana yang muncul untuk mengembankan Pulau Kumala sebagai kawasan wisata yang memiliki lebih banyak pilihan atraksi bagi masyarakat dan wisatawan.

Namun, rencana ini masih berada dalam tahap perencanaan dan belum masuk ke tahap pelaksanaan.

Read More
banner 300x250

Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dharmawan mengatakan pengembangan Pulau Kumala memungkinkan dilakukan dengan membagi kawasan tersebut ke dalam sejumlah kluster, misalnya ada kebun binatang, dan lain-lain.

Pembagian kawasan itu memungkinkan setiap kluster dikembangkan dengan konsep wisata yang berbeda.

“Menyesesuaikan potensi dan peluang kolaborasi,” ujar dia, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, konsep pengembangan secara bertahap tersebut dapat membuka ruang bagi munculnya berbagai atraksi baru di Pulau Kumala.

“Terlebih, kawasan Pulau Kumala kita memiliki ruang yang cukup luas sehingga memungkinkan pengembangan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi,” kata Awang Agus.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata, Sadli mengatakan penambahan berbagai wahana menjadi bagian dari upaya memperbanyak pilihan aktivitas bagi pengunjung.

Dengan semakin beragamnya atraksi yang tersedia, Pulau Kumala tidak hanya menjadi tempat kunjungan dengan aktivitas wisata yang sudah ada, tetapi juga memiliki daya tarik baru yang dapat mendorong peningkatan kunjungan.

Salah satu konsep yang kini masuk dalam pembahasan adalah menghadirkan kebun binatang.

“Ada wacana untuk menghadirkan kebun binatang di Pulau Kumala. Namun, rencana tersebut masih sebatas wacana dan belum masuk pada tahap pelaksanaan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, belum ada kepastian bahwa kebun binatang tersebut akan segera dibangun.

Pemerintah daerha masih harus melalui proses perencanaan dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan apakah konsep tersebut dapat direalisasikan.

Dalam konsep yang sedang dibahas, sejumlah satwa lokal direncanakan untuk dibawa ke Pulau Kumala, misalnya dari Tabang.

Satwa tersebut nantinya akan ditempatkan di area kebun binatang apabila rencana pengembangan benar-benar direalisasikan.

Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan kesiapan fasilitas serta sistem pengelolaan sebelum satwa ditempatkan di lokasi baru.

Dia mengatakan waktu pelaksanaan pembangunan hingga kini belum dapat ditentukan.

“Belum dapat dipastikan. Saat ini masih dalam tahap perencanaan karena perlu mempertimbangkan ketersediaan anggaran,” tutur Sadli.

Ia menyebut bahwa menghadirkan kebun binatang membutuhkan perencanaan yang jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar membangun fasilitas atau kandang satwa.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan seluruh kebutuhan satwa dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

“Pengelolaan kebun binatang tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kandang atau fasilitas. Ada juga kebutuhan pakan, pemeliharaan, tenaga penjaga, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya yang harus dijamin,” pungkas dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *