KUKAR, LINGKARKALTIM: Kabut asap yang semakin pekat di wilayah Kabupaten Kukar menjadi perhatian sangat serius. Kualitas udara di Tenggarong tercatat mencapai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 210,5 atau masuk kategori sangat tidak sehat.
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Kukar untuk lebih banyak melakukan aktivitas di dalam ruangan.
Menurutnya, masyarakat perlu menghindari paparan asap selama kondisi tersebut masih berlangsung.
“Jadi sekarang ini kami harap masyarakat kita di Kutai Kartanegara, di mana pun berada, semoga kalau ada aktivitas itu di dalam ruangan. Jangan di luar ruangan, perbanyaklah aktivitas di dalam ruangan dan tidak di luar ruangan,” kata dia, Jumat (18/9/2026).
Selain membatasi aktivitas luar ruangan, ia juga meminta masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan dengan menggunakan masker.
“Ya pakai masker, menghindari asap, kebulang asap dan lainnya. Yang penting adalah menghindari, itu yang penting,” ujar Yani.
Dia menilai, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi kabut asap.
“Intinya adalah kita waspada, saling menjaga dan kita men-support, baik pemerintah kabupaten mulai dari tingkat bupati sampai RT,” jelasnya.
Menurut Yani, kondisi kabut asap juga tidak dapat dilepaskan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selama ini terjadi.
Karena itu, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah munculnya kebakaran baru.
“Kita ajak supaya sama-sama menjaga, meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan,” tutur dia.
Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan dan pemadaman tetap harus dilakukan untuk meminimalkan dampak kebakaran.
“Termasuk yang saat ini kita melalui dampak-dampaknya yang sudah ada, tetapi minimal kebakaran itu kita akan minimalkan, kita akan mencegah, kita akan melakukan pemadaman,” sebut Yani.
Maka dari itu, dia pun kembali menekankan pentingnya menjaga kesehatan, serta memaksakan diri melakukan aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
“Ya, tentu harapan kita adalah mari kita menjaga kesehatan karena kesehatan itu adalah menjadi kunci. Ya, mohon pakai masker, mohon tentu menjaga stamina, beraktivitas dalam ruangan, menghindari aktivitas di luar ruangan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufidah mengatakan bahwa kondisi kualitas udara saat ini sudah berada pada kategori yang perlu diwaspadai.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar Dinkes Kukar merekomendasikan pengurangan aktivitas di luar ruangan.
“Sudah berbahaya. Makanya kita sudah harus pakai masker. Kalau tidak ada kepentingan, baiknya tidak usah beraktivitas di luar dulu,” pungkas dia. (ASR)










