KUKAR,LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan jajaran Forkopimda memastikan perhelatan Erau Adat Kutai Kartanegara Tahun 2026 tetap terlaksana sesuai jadwal. Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Kedaton Kutai Kartanegara, Sabtu (19/9/2026).
Meski sempat membayangi kekhawatiran akibat kondisi kabut asap beberapa hari lalu, Pemkab Kukar dan Kesultanan sepakat untuk tidak membatalkan atau menunda pesta adat tahunan ini. Penyesuaian teknis dan langkah mitigasi ketat disiapkan agar perhelatan budaya terbesar di Kukar tersebut tetap aman bagi seluruh masyarakat.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara mulai dari prosesi sakral hingga opening ceremony dipastikan tetap berjalan. Evaluasi harian menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kukar terus membaik dan mengalami penurunan yang signifikan.
“Erau ini adalah komitmen kita bersama untuk menjaga kelestarian adat budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Semua kegiatan tetap kita laksanakan sebagaimana mestinya, namun dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan para pengunjung,” tegas Aulia.
Prosesi sakral akan digelar di dalam ruangan, sementara acara seremonial pembukaan tetap berlangsung di Stadion Rondong Demang. Sebagai bentuk antisipasi, durasi kegiatan di luar ruangan akan dioptimalkan dan pembagian masker dilakukan secara masif.
Juru Bicara Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pangeran Heriansyah, menyampaikan prosesi pembukaan diawali dengan ritual sakral pendirian Tiang Ayu di Keraton pada pukul 08.00 WITA.
“Berdirinya Tiang Ayu menandai secara sah dimulainya Erau Adat Kutai. Setelah itu, rangkaian dilanjutkan dengan seremonial di Stadion Rondong Demang. Guna memastikan kenyamanan dan keamanan peserta serta penonton, Pemkab Kukar menyiapkan strategi mitigasi berlapis seperti Penyiraman Area Stadion, Pembagian APD Gratis: Pengunjung akan mendapatkan masker di pintu-pintu masuk stadion serta titik keramaian utama, Efisiensi Durasi,Pos Kesehatan Siaga,” bebernya.
Pangeran Heriansyah menambahkan, kepastian terlaksananya Erau 2026 ini juga menjadi kabar baik bagi ekosistem kebudayaan dan para pelaku UMKM lokal yang telah bersiap menyambut festival ini.
“Rangkaian Erau Adat Kutai 2026 akan berlangsung hingga puncak penutupan pada 27 September mendatang. Acara penutupan rencananya dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata, yang juga akan menerima penganugerahan gelar kehormatan dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura,” tandasnya.(adv/dil)










