KUKAR, LINGKARKALTIM: Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat turut menyasar kawasan pertanian di Kecamatan Marangkayu.
Di wilayah tersebut, terdapat tiga desa yang masuk dalam program OPLAH, yakni Desa Sebuntal, Desa Semangkok, dan Desa Santan Ulu.
Camat Marangkayu Ambo Dalle mengatakan, pelaksanaan program tersebut baru-baru ini turut dipantau melalui kegiatan yang digelar secara daring.
Desa Sebuntal menjadi salah satu lokasi yang mengikuti kegiatan melalui sambungan Zoom bersama pemerintah provinsi dan pihak Kementerian Pertanian.
“OPLAH atau optimalisasi lahan basah, yang programnya Pak Prabowo. Kita ada tiga desa yang masuk di OPLAH, Desa Sebuntal, Desa Semangkok, sama Desa Santan Ulu. Luas lahannya kurang lebih 1.200,” kata dia, Kamis (17/9/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penanaman serentak yang dilaksanakan di sejumlah daerah.
Pelaksanaan di Marangkayu menjadi penting karena program OPLAH diarahkan untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang memiliki potensi produksi.
Namun, optimalisasi lahan juga tidak dapat dilepaskan dari kesiapan infrastruktur pendukung, terutama ketersediaan air.
Pengairan Jadi Kunci
Persoalan air menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan kawasan pertanian Kukar, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu melihat kebutuhan setiap kawasan secara berbeda.
Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri mengatakan bahwa apabila suatu kawasan memiliki potensi lahan pertanian tetapi belum didukung sarana pengairan yang memadai, maka infrastruktur tersebut perlu diperbaiki.
“Jika pompanya belum ada, aliran irigasinya belum kuat, nah itu yang kita perbaiki,” ujar dia.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah agar optimalisasi lahan tidak berhenti pada pembukaan atau pemanfaatan lahan, tetapi juga didukung kesiapan sarana produksi.
“Misalnya embungnya harus kita dalami. Nah, masing-masing tempat punya permasalahan yang berbeda-beda yang harus kita tangani, harus kita tindaklanjuti,” pungkas Aulia. (ASR)










