KUKAR, LINGKARKALTIM : Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar 2026 mencapai sekitar 40 persen lebih dari Rp. 6,1 Trilliun.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar H Sunggono pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Jum’at (18/9/2026).
Ia mengatakan, serapan APBD kukar hingga saat ini (September 2026-red) sekitar Rp. 3,7 Triliun dan dinilai sedikit melambat. Hal itu disebabkan oleh keterlambatan transfer Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat ke daerah.
“Sehingga sejumlah kegiatan di daerah juga lambat,” katanya.
Meskipun lambat, ia mengaku serapan APBD saat ini masih terjaga stabil. Hal ini sesuai dengan amanat Bupati jangan sampai ada hutang baru, sebelum adanya kepastian dana transfer dari pemerintah pusat.
“Pada prinsipnya ini baik semua, daripada kita harus menanggung hutang setiap tahun,” ucapnya.
Dalam hal ini, pihaknya telah memastikan serapan APBD ini digunakan untuk kepentingan masyarakat dan tepat sasaran.
“APBD saat ini digunakan untuk mengalokasikan program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik, pembangunan infrastruktur, layanan dasar dan lainnya,” ujarnya.
Pihaknya optimis, serapan APBD di Kukar bisa maksimal untuk kepentingan masyarakat.
Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Kesra Fathul Alamin menyebutkan, pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran beasiswa sekitar Rp. 56 milliar di 2026 .
Hal ini bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pendidikan dan tidak mengurangi alokasi anggaran untuk program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik di 2026.
“Untuk kuota beasiswa sekitar 7.200 orang di APBD murni dan APBD Perubahan 2026,” sebut Fathul Alamin.
Pihaknya memastikan program Beasiswa Kukar Idaman tetap berjalan, ditengah kondisi APBD Kukar mengalami efisiensi. Sehingga masyarakat Kukar tak perlu khawatir, untuk mendapatkan pembiayaan pendidikan dari pemerintah daerah. (riz)










