KUKAR, LINGKARKALTIM: Akses infrastruktur jalan poros Dusun Kuyung, Desa Sebemban Kecamatan Muara Wis menuju Kecamatan Muara Muntai menjadi perhatian serius DPRD Kukar.
Pasalnya, jalan tersebut mengalami longsor pada Agustus 2026 dan merupakan akses yang sering dilakui masyarakat serta menghubungkan antar desa dan kecamatan sekitarnya.
Anggota DPRD Kukar Sarpin mengatakan, kondisi jalan tersebut saat ini tinggal separuh badan jalan. Ini masih bisa dilalui oleh masyarakat, namun secara bergantian.
Hal itu juga tak menutup kemungkinan bakal terjadi longsor kembali dan mengakibatkan jalan itu putus total. Jalan longsor itu tak hanya satu titik. Tapi di sisi hilir jalan itu juga mengalami longsor.
“Kami minta pemerintah daerah, untuk saoat memperbaiki jalan tersebut. Karena ini juga bagian dari aspirasi masyarakat, yang disampaikan kepada DPRD,” kata Sarpin pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, untuk akses masyarakat lebih baik dibuatkan jalan baru atau alternatif, yang dinilai tak rawan atau membahayakan bagi pengendara yang melintas.
“Kalau jalan itu diperbaiki, sangat berpotensi longsor kembali. Sehingga opsinya ialah membangun jalan alternatif yang aman,” sebutnya.
“Kalau ingin memperbaiki jalan tersebut harus memiliki kajian mendalam, agar jalan itu mampu menahan beban kendaraan dan tak terjadi longsor,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga (BM) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Linda Juniarti menjelaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk menangani jalan rusak, dengan melihat kemampuan keuangan daerah.
“Jalan rusak di Kukar masih banyak, terlebih karena longsor,” jelas Linda Juniarti.
Ia mengaku, saat ini pemerintah daerah tak bisa berbuat banyak, karena anggaran pembangunan atau perbaikan jalan terjadi efisiensi.
“Pembangunan dan perbaikan dilakuka secara bertahap, melihat skala prioritas,” pungkasnya. (Riz)










