KUKAR, LINGKARKALTIM: Angka pengangguran di Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai sekitar 25 orang.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Desa Sepakat Saiful pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Selasa (11/8/2026).
Ia mengatakan, angka pengangguran ini didominan dari anak-anak baru lulus sekolah dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari suatu perusahaan.
“Saat ini PHK di Kukar besar-besaran dan anak baru lulus sekolah ini menjadi salah satu dampak dari pengangguran,” katanya.
Ia menyebutkan, penggangguran juga menjadi indikator angka kemiskinan. Sehingga hal tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah desa Sepakat.
“Kami terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan,” sebutnya.
Adapun upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa ialah, memberikan pelatihan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang meliputi pelatihan mekanik, tata rias, banershop dan lainnya.
“Kami sudah melakukan pelatihan tersebut di 2025 kemarin. Untuk di 2026 ini peningkatan kapasitas SDM diikuti oleh kader posyandu,” ucapnya.
Dirinya berharap, bagi anak-anak baru lulus sekolah jangan memilih pekerjaan. Jika ada peluang atau kesempatan kerja, bisa segera diambil untuk menambah pengalaman.
Menanggapi hal itu Plt Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar Dendi Irwan Fahriza menjelaskan, jumlah PHK hingga Juli 2026 sekitar 2.496 orang dari sekitar 30 perusahaan yang beroperasi di Kukar.
“Warga yang terdampak PHK ini sebagian besar dari sektor pertambangan. Yang diduga disebabkan oleh pengurangan target Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan,” jelas Dendi Irwan Fahriza.
Adapun solusi dari persoalan tersebut ialah, pemerintah daerah melakukan pelatihan kompetensi, untuk meningkatkan kapasitas SDM.
Kemudian, sering menggelar job fair atau lapangan pekerjaan bagi masyarakat pencari kerja, dengan melibatkan pihak dunia usaha.
“Ini menjadi tantangan kami dalam menekan angka pengangguran di Kukar,” ungkapnya. (Kik)










