KUKAR, LINGKARKALTIM: Berawal dari kecintaannya terhadap dunia otomotif, Buyung Kuswidodo, warga Tenggarong, berhasil mewujudkan ide kreatif dengan membuka usaha kopi menggunakan kendaraan bajaj.
Konsep unik tersebut diberi nama Kopi di Bajaj (Kodjai) dan kini menjadi salah satu daya tarik baru bagi penikmat kopi di Kota Raja.
Di tengah menjamurnya kedai kopi dengan konsep modern, Buyung memilih menghadirkan pengalaman berbeda.
Sebuah bajaj tua yang sebelumnya identik sebagai alat transportasi, ia sulap menjadi kedai kopi berjalan dengan tampilan yang menarik dan bernuansa klasik.
Kecintaannya terhadap otomotif menjadi inspirasi utama dalam membangun usaha tersebut. Berbekal kreativitas dan semangat berwirausaha, Buyung memadukan hobinya dengan bisnis kuliner yang kini semakin diminati masyarakat.
Nama Kodjai, singkatan dari Kopi di Bajaj, dipilih untuk menggambarkan konsep usaha yang sederhana namun mudah diingat.
Selain menawarkan berbagai pilihan minuman kopi, suasana menikmati kopi di samping bajaj memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan yang datang.
Kodjai menjadi tempat berkumpul bagi berbagai kalangan, mulai dari anak muda, komunitas otomotif, hingga keluarga yang ingin menikmati kopi dengan suasana santai.
Keunikan konsep tersebut juga membuat banyak pengunjung mengabadikan momen di sekitar bajaj yang dijadikan ikon usaha.
Ia berharap, usahanya tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar berani mengembangkan hobi menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi.
Saat ini, Kodjai beroperasi di kawasan Jalan Loa Ipuh, Tenggarong, dengan menyajikan aneka menu kopi dan minuman lainnya dengan harga yang terjangkau bagi seluruh kalangan. (Kik)










