KUKAR, LINGKARKALTIM: Siapa sangka, berawal dari kebingungan mengisi waktu luang saat pembatasan aktivitas akibat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, kini berbuah manis menjadi peluang bisnis menjanjikan. Adalah Yoga Aditya S dan Ferdianur pemuda asal Kelurahan Timbau, Tenggarong, yang sukses menginisiasi produk jahe merah bubuk instan lokal bermerek @jahelabs.idn (Jahe Labs).
Kisah jatuh bangun lini usaha ini dimulai sekitar akhir 2019 atau awal 2020. Di tengah gempuran imbauan presiden untuk memperkuat imun tubuh menggunakan empon-empon, Yoga melihat peluang emas pada jahe merah.
“Waktu itu semuanya dirumahkan dan kegiatan juga sempat berhenti. Karena enggak ada kegiatan, kepikiran buat mengolah jahe merah yang waktu itu memang lagi digembur-gemburkan oleh Pak Presiden,” kenang Yoga saat diwawancarai, Sabtu (18/7/2026).
Langkah kaki @jahelabs.idn kini terbilang cukup jauh. Bermain dari sektor hulu hingga hilir mulai dari penyediaan jahe segar hingga proses pembibitan produk ini telah merambah berbagai wilayah di Kukar. Sebut saja Tenggarong Seberang, Muara Badak, Loa Duri, Bakungan, L2, L3, hingga area jalur dua.
Pemasarannya pun bergerak dinamis, mulai dari pasar komunitas seperti pengajian dan acara keagamaan, pengisian stok di beberapa kafe lokal Tenggarong, jejaring apotek, hingga merambah lokapasar (marketplace) digital seperti Shopee, Facebook, dan grup WhatsApp.
Meskipun respons pasar sangat positif hingga banyak konsumen yang menagih varian baru seperti varian jahe merah susu, original tanpa gula, hingga opsi gula aren Yoga mengaku saat ini masih berfokus pada satu varian utama. Kendala ruang produksi menjadi tantangan terbesar yang sedang dihadapi.
“Permasalahan utama kami sejauh ini ada di bagian produksi. Tempat kami memproduksi ini kan masih skala rumah tangga. Jadi kalau pesanan lagi banyak-banyaknya, kapasitas produksi kami yang kewalahan,” jelas Yoga.
Dalam satu hari proses pengolahan, @jahelabs.idn mampu menghasilkan sekitar 60 kantong (pouch). Untuk harga jualnya terhitung sangat terjangkau. Kemasan 100 gram dibanderol seharga Rp20.000 untuk konsumen langsung, dan Rp17.000 untuk para penyalur (reseller) atau grosir.
Urusan legalitas pun tidak perlu diragukan. Usaha mikro ini sudah mengantongi izin lengkap mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi PIRT dari Dinas Kesehatan, sertifikat Halal dari BPJPH, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerjanya.
Bagi Yoga, perjuangan membesarkan @jahelabs.idn bukan sekadar mencari keuntungan materiil semata. Ada misi besar untuk mengangkat kembali derajat jahe merah yang kerap dipandang sebelah mata.
“Zaman dulu, jahe merah ini rempah yang sangat berharga di kalangan kerajaan, bahkan nilainya melebihi emas. Khasiatnya untuk kesehatan dan kecantikan dipegang oleh para tabib. Berangkat dari nilai sejarah dan kualitas itulah kami tertantang untuk mengembangkannya,” tambahnya.
Menariknya, sebagai representasi gerakan pemuda Karang Taruna, Yoga dan timnya memilih jalur mandiri untuk urusan permodalan, termasuk memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kini, target besar sudah dipasang: Menembus pasar ritel modern.
Bagi Yoga, keberhasilan menembus ritel modern nanti diharapkan bisa menjadi pemantik semangat bagi pelaku UMKM lain di wilayahnya.
“Harapan kami tidak muluk-muluk. Kami hanya ingin produk ini bisa lolos dan tembus ke ritel besar, sehingga kami bisa menjadi contoh nyata di kelurahan kami. Biar UMKM lain juga termotivasi untuk melakukan hal yang sama,” pungkasnya optimis.
Rencana ekspansi ini mendapat apresiasi tinggi dari Lurah Timbau, Muhammaf Furqon. Pihak kelurahan mengaku bangga dengan kegigihan para pemuda Karang Taruna Timbau yang terus menunjukkan progres positif dan berani berinovasi.
“Kebetulan mereka itu Karang Taruna Kecamatan Timbau. Saya sangat mengapresiasi usaha mereka yang menunjukkan perkembangan bagus. Ditambah lagi saat berkunjung ke saya, mereka menyampaikan rencana untuk memasukkan produk ini ke ritel seperti Indogrosir. Harapannya ini bisa terus berkembang dan menembus pasar-pasar yang lebih luas lagi,” tutup Muhammad Furqon. (Dil)










