KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Desa (Pemdes) Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus memutar otak untuk menggerakkan roda ekonomi warganya. Salah satu gebrakan terbarunya adalah dengan memfasilitasi pembangunan pusat kuliner (food court) khusus bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Pusat kuliner yang baru beroperasi sekitar dua bulan ini dikelola langsung oleh ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kehadirannya diharapkan bisa menjadi sumber baru bagi Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Fasilitasnya kami siapkan tempat jualan yang difasilitasi oleh desa. Nanti ibu-ibu PKK yang mengelola, dan pembayarannya menjadi PAD desa,” ujar Kepala Desa Teluk Dalam, Supian, Sabtu (11/7/2026).
Untuk memanjakan pengunjung, Pemdes Teluk Dalam menyediakan berbagai fasilitas penunjang mulai dari tempat duduk yang nyaman, pemandangan yang ciamik, hingga jaringan internet (Wi-Fi).
Soal tarif sewa, Supian menjamin angkanya sangat pro-rakyat. Para pedagang hanya dikenakan biaya sewa Rp300 ribu per bulan untuk satu stan atau booth. Menariknya, di area ini Pemdes juga menyediakan fasilitas sosial berupa rumah singgah.
“Ada rumah singgah juga. Jadi kalau ada warga yang keluarganya jauh dari rumah sakit dan butuh tempat untuk kontrol kesehatan, bisa langsung singgah ke sini,” tuturnya.
Supian menjelaskan hasil dari PAD ini nantinya tidak akan mengendap begitu saja, melainkan dikembalikan lagi untuk kepentingan masyarakat banyak.
“Pendapatan desa itu kan nanti kita bangunkan kembali. Misalnya ada infrastruktur yang kurang, nanti kita support (dukung) ke sana lagi,” jelas Supian.
Saat ini, sudah ada empat stan yang beroperasi di lokasi tersebut. Namun, ekspansi ekonomi kreatif Teluk Dalam tidak berhenti di satu titik. Di area pelabuhan wisata, desa juga mengelola tujuh stan UMKM lainnya.
Berkaca dari kesuksesan event lomba balap perahu ketinting beberapa waktu lalu, Supian optimistis perputaran ekonomi warga bisa melonjak.
Melalui proyek food court dan kawasan wisata pelabuhan ini, lapangan pekerjaan baru pun mulai terbuka bagi warga lokal.
Bukan sekadar menyediakan tempat, Pemdes Teluk Dalam juga memastikan produk yang dijual warganya memiliki daya saing dan legalitas yang jelas. Pihaknya mendampingi para pelaku UMKM untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal secara gratis.
“Kita fasilitasi semua. Rata-rata pedagang di sini sudah punya sertifikasi halal dan NIB. Pokoknya kami jamin aman,” tegasnya.
Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 50 pelaku UMKM yang terdata di Desa Teluk Dalam, termasuk para perajin jajanan lokal seperti kue keroncong.
Ke depan, Pemdes Teluk Dalam juga telah menyiapkan anggaran khusus untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) agar warga desa siap menyerap peluang industri baru yang direncanakan masuk ke desa pada tahun mendatang. (Dil)










