Belasan Santri di Kukar Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Oknum Pimpinan Ponpes

Ilustrasi gambar belasan korban kekerasan seksual, Kamis (4/6/26). (Doc. AI Gemini)
Ilustrasi gambar belasan korban kekerasan seksual, Kamis (4/6/26). (Doc. AI Gemini)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dugaan kasus kekerasan seksual kembali mencoreng institusi pendidikan keagamaan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Seorang oknum pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Tenggarong Seberang diduga kuat melakukan tindakan bejat tersebut kepada belasan santrinya.

Kasus kelam ini diperkirakan sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan menyeret sedikitnya 11 orang korban.

Read More
banner 300x250

Kuasa Hukum Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA), Sudirman, mengungkapkan jika pihaknya telah melakukan asesmen mendalam terhadap para korban.

Hingga kini, sudah ada 11 orang yang melapor dan resmi memberikan kuasa hukum kepada TRC PPA untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Berdasarkan aduan dan asesmen yang kami lakukan, tindakan tersebut terjadi di dalam ruangan. Bahkan, ada momen di mana tindakan itu melibatkan hingga tiga orang korban sekaligus dalam satu ruangan,” ujar Sudirman, Kamis (4/6/2026).

Aksi yang diduga dilakukan oleh oknum pimpinan tersebut disinyalir sudah berlangsung lama. Dari pengakuan para korban, rentang waktu kejadian pertama kali terlacak dimulai sejak tahun 2021 hingga akhir tahun 2025.

“Sebagian besar korban saat ini sudah lulus, namun beberapa di antaranya terkonfirmasi masih di bawah umur saat kejadian tersebut berlangsung,” tambahnya.

Mengingat skala kasus yang cukup besar, TRC PPA menegaskan tidak akan berkoordinasi dengan pihak internal pesantren namun mereka memilih untuk langsung melayangkan laporan dan berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) demi menjaga objektivitas pemeriksaan.

Sementara itu, pihak kepolisian setempat masih melakukan pendalaman. Kapolsek Tenggarong Seberang, Iptu Aulia Hadi Rahman, menyebutkan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi, namun sudah mulai bergerak mengumpulkan informasi.

“Kami masih menanyakan informasi ini kepada pihak yang diduga (pelaku) dan saat ini kami masih melakukan penelusuran lebih lanjut kepada pihak-pihak yang dirugikan,” pungkasnya. (Dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *