Konsep Semi Modern Jadi Pembeda Pasar Tangga Arung Square

Suasana di dalam pasar Tangga Arung Square. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Suasana di dalam pasar Tangga Arung Square. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pasar Tangga Arung Square terus mencuri perhatian publik karena memiliki keunikan tersendiri dibanding pasar tradisional di daerah lain.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sayid Fathullah menyebut bahwa konsep semi modern menjadi pembeda utama pasar tersebut, baik dari sisi bangunan maupun pola aktivitas perdagangan.

Read More
banner 300x250

Ia mengatakan, antusiasme masyarakat yang berkunjung ke Pasar Tangga Arung Square tidak hanya datang dari warga Tenggarong, tetapi juga dari luar daerah.

“Kalau kita lihat, pengunjung itu bukan hanya masyarakat lokal Tenggarong. Dari Samarinda, Balikpapan, sampai Bontang, terutama saat hari libur, mereka datang ke sini karena melihat memang ada sesuatu yang berbeda,” ucap dia, Jumat (9/1/2025).

Menurutnya, meskipun tetap mengusung konsep pasar tradisional, Pasar Tangga Arung Square memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda karena dikemas dengan nuansa semi modern.

Salah satu keunggulan yang membedakan Pasar Tangga Arung Square dengan pasar tradisional lainnya adalah dukungan infrastruktur yang modern.

Bangunan pasar yang megah serta fasilitas penunjang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

“Pertama, bangunannya luar biasa megah. Kedua, kita punya semacam tangga berjalan, eskalator atau transpalator. Ini yang tidak dimiliki pasar-pasar tradisional di kabupaten atau kota lain,” ungkap Fathullah.

Dengan fasilitas tersebut, dia menilai Pasar Tangga Arung Square layak disebut sebagai pasar semi modern.

Ia menegaskan bahwa konsep semi modern tidak hanya tercermin dari fisik bangunan, tetapi juga harus diikuti dengan perubahan pola dan kualitas berdagang para pedagang.

“Ketika kita sudah mengklaim pasar ini semi modern, cara berdagangnya pun pelan-pelan harus kita ubah,” katanya.

Perubahan tersebut meliputi peningkatan kualitas dagangan, penataan kios yang lebih rapi, hingga pelayanan yang lebih baik kepada pembeli.

“Pedagang yang sebelumnya berdagang secara tradisional kita himbau untuk meningkatkan kualitas dagangannya dan kualitas pelayanannya. Walaupun masih ada nuansa tradisional, tapi sudah beralih ke arah modern menyesuaikan dengan kondisi sekarang,” jelas dia.

Disperindag Kukar berharap dengan konsep semi modern ini, Pasar Tangga Arung Square mampu meningkatkan daya saing pasar rakyat sekaligus menjadi ikon baru aktivitas ekonomi di Kukar.

“Ini momentum yang harus dimanfaatkan bersama, baik oleh pemerintah maupun para pedagang, agar pasar ini benar-benar hidup dan menjadi kebanggaan Kutai Kartanegara,” pungkas Fathullah. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *