KUKAR, LINGKARKALTIM: Aktivitas perdagangan di Pasar Tangga Arung Square mulai menunjukkan geliat positif pasca diresmikan oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin dan unsur Forkopimda.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar optimistis pasar semi modern tersebut akan terisi penuh dalam waktu dekat.
Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah mengatakan tingkat keterisian kios telah mengalami peningkatan signifikan sejak peresmian.
“Di awal saya lihat baru sekitar 20 persen pedagang yang buka. Sekarang sudah meningkat hampir 50 persen. Baik pedagang konveksi maupun kuliner sudah mulai beroperasi,” ujarnya saat meninjau langsung kawasan pasar pada Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, pertumbuhan aktivitas perdagangan ini menjadi sinyal positif bahwa Pasar Tangga Arung Square mulai diterima oleh para pedagang dan masyarakat.
Ia menegaskan, pemerintah daerah menargetkan seluruh kios di Pasar Tangga Arung Square dapat segera terisi, sejalan dengan arahan langsung Bupati dan Wakil Bupati Kukar usai peresmian pasar.
“Sesuai amanat Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, kami diminta segera menyampaikan kepada seluruh pedagang yang sudah menerima kunci agar segera menempati dan membuka kiosnya,” kata Fathullah.
Disperindag Kukar pun tengah menyiapkan langkah tegas bagi pedagang yang belum juga membuka kios meski telah mendapatkan hak berjualan di lokasi tersebut.
Sebagai bentuk penertiban dan optimalisasi fungsi pasar, Disperindag Kukar akan mengeluarkan surat imbauan sekaligus ultimatum kepada para pedagang.
“Pak Bupati menginstruksikan agar dibuat surat, baik melalui forum pasar maupun secara tertulis. Paling lambat tanggal 31 Januari, jika masih tidak membuka dan tidak berdagang, maka tanpa peringatan langsung kita ambil alih,” tegasnya.
Fathullah menyebutkan, langkah ini diambil karena tingginya minat pedagang untuk menempati Pasar Tangga Arung Square.
“Kurang lebih sudah ada sekitar 200 pedagang yang mendaftar dan ingin masuk ke pasar ini. Jadi kalau ada yang tidak memanfaatkan kiosnya, tentu akan kita alihkan,” jelas dia.
Ia mengungkapkanntusiasme masyarakat terhadap Pasar Tangga Arung Square sangat tinggi. Konsep pasar semi modern yang terintegrasi dengan ruang publik dan taman kota menjadi daya tarik tersendiri.
Oleh karena itu, sangat disayangkan jika hal tersebut tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pemilik kios.
“Sayang sekali kalau kios sudah ada tapi tidak dibuka. Itu justru menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Makanya arahan Pak Bupati akan kami tindaklanjuti dengan tegas,” pungkas Fathullah. (ASR)










