Bupati Kukar Tegaskan Stunting adalah Tanggung Jawab Kolektif

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat agenda percepatan penurunan stunting.

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri menyampaikan sejumlah pesan penting mengenai betapa kompleks dan luasnya persoalan stunting, serta perlunya gerakan bersama untuk menanganinya secara berkelanjutan.

Read More
banner 300x250

Ia menekankan bahwa stunting bukan persoalan yang berdiri sendiri, melainkan hasil akumulasi dari berbagai faktor yang terletak di hilir.

Dia mengingatkan, kesalahan besar jika penanganan stunting hanya dibebankan kepada satu dinas semata.

“Stunting ini bukan sesuatu yang berada di hulu, melainkan di hilir. Ini kumulatif dari aktivitas seluruh stakeholder. Salah jika tanggung jawabnya hanya ditempatkan di satu dinas,” tegasnya, Kamis (11/12/2025).

Aulia menyebut bahwa penanganan stunting justru lebih kompleks dibandingkan upaya menurunkan angka kemiskinan.

Sebab, stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga menyentuh faktor psikologis dan pola asuh.

“Banyak orang tua yang secara ekonomi mampu, tetapi saat penimbangan anaknya berada di bawah garis merah. Kenapa? Karena orang tuanya sibuk, pola asuhnya tidak berjalan,” ungkap dia.

Menurutnya, fakta tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh elemen pemerintahan.

“Ketika kita menangani stunting, otomatis kita juga melakukan pengurangan angka kemiskinan. Karena dua isu ini saling berkaitan,” sebut Aulia.

Dia juga mengingatkan jajaran terkait agar tidak menjadikan penurunan transfer keuangan daerah sebagai alasan melemahnya kinerja.

Ia menegaskan bahwa pelayanan dasar termasuk penanganan stunting harus tetap berjalan optimal.

Dia menegaskan, rapat koordinasi penurunan stunting harus menghasilkan rumusan strategi yang realistis, efektif, dan relevan dengan kondisi lapangan.

“Tidak ada alasan ketika nanti dilakukan evaluasi tahun 2026 dan angka stunting malah naik atau bertahan. Dengan pembiayaan yang ada, strategi harus tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam menangani stunting pula, salah satu program unggulan Kukar, program makan bergizi gratis untuk lansia dan balita, akan dijalankan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Program ini nantinya akan dijalankan hingga tingkat RT, dengan keterlibatan aktif para kader posyandu.

“Peran kader posyandu dalam mengawal program ini sangat penting. Jangan sampai ada yang terlepas dari program ini,” tegas Aulia.

Ia berharap semangat seluruh pihak tidak boleh kendor. Dengan kerja kolektif yang telah berjalan selama ini, Kabupaten Kukar telah menunjukkan hasil yang sangat luar biasa.

“Kami berharap semangatnya jangan sampai turun. Apa yang sudah kita lakukan ini sudah membuahkan hasil luar biasa,” tutup dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *