Bupati Kukar Pastikan 17 Program Prioritas Tetap Jalan Meski APBD 2026 Turun

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa seluruh program prioritas daerah dan program strategis nasional tetap akan dilaksanakan tanpa pengurangan komitmen di tengah penurunan signifikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 menjadi sekitar Rp7,1 triliun

Ia menjelaskan, strategi utama Pemkab Kukar dalam kondisi fiskal yang menurun adalah memastikan tidak ada gangguan pada layanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat.

Read More
banner 300x250

“Komitmen kita jelas. Layanan dasar kepada masyarakat tidak akan terganggu. Layanan minimal juga tidak terganggu,” tegas dia, Rabu (3/12/2025).

Layanan dasar yang dimaksud meliputi pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan berbagai bentuk pelayanan publik yang menjadi kebutuhan harian warga.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah juga akan tetap menjalankan program dedikasi yang selama ini menjadi ciri khas pembangunan Kukar.

Selain itu, Pemkab Kukar tetap mengamankan pendanaan dan dukungan terhadap program strategis Presiden Prabowo Subianto yang sudah menjadi kebijakan nasional.

Program-program tersebut termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Pemeriksaan kesehatan gratis, Program ketahanan pangan, serta sejumlah intervensi nasional lainnya.

“Semua dukungan terhadap program Presiden seperti MBG, Koperasi Merah Putih, dan pemeriksaan kesehatan gratis tetap kita laksanakan. Tidak ada yang kita hilangkan,” ujar Aulia.

Dia menerangkan, keterlambatan proses penetapan APBD 2026 disebabkan oleh kehati-hatian pemerintah dalam menghitung ulang kapasitas fiskal minimal daerah.

“Kami memang agak lambat menetapkan APBD karena strateginya harus mengayomi semua kebutuhan. Kita benar-benar rigid menghitung,” jelasnya.

Pemkab Kukar, lanjut Aulia, kini telah menemukan angka kapasitas fiskal minimal daerah. Dengan temuan ini, perencanaan ke depan akan lebih terukur dan stabil.

“Dengan kapasitas fiskal minimal yang sudah kita petakan, ke depan perhitungan kebutuhan organisasi pemerintah daerah akan jauh lebih enak, termasuk untuk mencapai target-target program strategis,” pungkas dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *